[UPDATE GEMPA PASAMAN] BNPB: Dua Meninggal, 20 Luka Serta Bangunan Rusak Berat dan Sedang di Pasaman Barat

[UPDATE GEMPA PASAMAN] BNPB: Dua Meninggal, 20 Luka Serta Bangunan Rusak Berat dan Sedang di Pasaman Barat

JAKARTA -- Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melaporkan berdasarkan data sementara yang masuk hingga Jumat (25/2/2022) siang, terdapat dua korban meninggal dunia dan 20 orang luka-luka akibat gempa di Pasaman Barat, Sumatera Barat.

Keterangan ini disampaikan Suharyanto dalam konferensi pers gempa Pasaman Barat bersama BMKG secara daring pada Jumat (25/2/2022) siang.

Suharyanto mengatakan hingga Jumat siang juga ada beberapa laporan kerusana yang sudah masuk. Antara lain 1 unit SDN 19 rusak berat, 1 unit Bank Nagari di Pasaman Barat rusak sedang, 1 balairung rusak sedang dan 1 aula kantor bupati Pasaman Barat rusak sedang.

"Itu dampak korban maupun kerusakan yang kami terima per siang ini. Tentu akan kita terus update kondisi kerusakan maupun korban," papar Suharyanto.

Suharyanto meminta masyarakat khususnya di kabupaten Pasaman Barat dan Pasaman menjauhi rumah dan bangunan yang kondisinya sudah tidak aman.

"Berdasarkan pengalaman banyak terjadi korban bukan akibat gempa tapi akibat dampak setelah gempa dimana banyak bangunan yang rusak dan menimpa sehingga jatuh korban," papar dia.

Ia menyebut BNPB sudah mengirim tim reaksi cepat dan memastikan BPBD, Pemda termasuk TNI Polri untuk segera melaksanakan langkah langkah penanganan gempa, antara lain memastikan terbentuknya Posko akan segera dibentuk untuk memimpin setiap upaya dan kegiatan dalam penanganan gempa.

"Kemudian apabila diperlukan mendirikan tempat pengungsian. Mohon untuk Pemda ini sudah beberapa kali terjadi saya yakin Pemda sudah punya rencana titik-titik bisa didirikan tempat pengungsian," kata dia.

Suharyanto juga memastikan kebutuhan dasar bagi pengungsi bisa terpenuhi dalam waktu cepat dan selengkap mungkin.