Tim Respons Cepat BSMI NTB Bantu Tangani Kesehatan Korban Banjir Lombok

Tim Respons Cepat BSMI NTB Bantu Tangani Kesehatan Korban Banjir Lombok

LOMBOK -- Relawan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) sudah mulai turun ke wilayah terdampak banjir di Desa Kekait, Gunung Sari, Lombok Barat.

Ketua BSMI Provinsi NTB Dr. dr. Rohadi, Sp.BS(K) mengatakan, sesuai dengan hasil assesment pada hari sebelumnya, warga yang terdampak banjir mulai mengalami gangguan kesehatan terutama masalah kulit juga pencernaan. 

"Maka Tim Relawan BSMI memutuskan untuk memberikan pelayanan kesehatan  kepada masyarakat," ujar Rohadi dalam keterangannya, Rabu (8/12).

Rohadi menjelaskan, pelayanan kesehatan untuk korban banjir ini melibatkan para relawan dokter dan tenaga kesehatan lainnya, sejumlah 100 warga terlayani mendapatkan pemeriksaan serta pengobatan gratis pada kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan dari pukul 16.30 - 18.00 sore.

"Alhamdulillah masyarakat menyambut dengan senang hati kehadiran relawan BSMI karena mereka memang mengharapkan pelayanan kesehatan. Ada banyak warga baik lansia, dewasa dan anak-anak yang mengeluhkan kondisi kesehatan mereka yang mulai gatal-gatal, demam, batuk, pilek, diare dan juga hipertensi. Selain pengobatan, mereka juga membutuhkan asupan vitamin," ungkap dia.

Pada hari yang sama Tim Reaksi Cepat BSMI bersama LAZ DASI NTB juga melakukan mobile klinik bagi pengungsi banjir di Desa Kuta, Lombok Tengah. 

Kegiatan ini berlangsung di Dusun Mong 2, Dusun Kampung Hijrah dan Dusun Kuta 2 dengan total 150 pasien. 

Staf Linmas Desa Kekait Hariri bahkan sempat menyampaikan permintaan pelayanan kesehatan untuk warga di dusun lainnya yang lansung direspon oleh Tim Reaksi Cepat BSMI.

Esoknya pada Kamis 9 Desember 2021, Tim Respons BSMI NTB kembali menggelar pelayanan kesehatan bagi korban banjir Lombok Barat. 

Tepatnya di Posko Pengungsian Masjid Nurul Yaqin, RT. 05, Dusun Barat Kubur, Sesela, Lombok Barat.

Di lokasi ini selain pelayanan kesehatan juga disalurkan bantuan selimut untuk warga pengungsi. Total warga yang mendapat pelayanan sejumlah 61 orang.