Tempuh 3,5 Jam Perjalanan, BSMI Banten Gelar Layanan Kesehatan Korban Longsor Lebak

Tempuh 3,5 Jam Perjalanan, BSMI Banten Gelar Layanan Kesehatan Korban Longsor Lebak

Lebak (05/01/2020). Kemanusiaan tanpa batas adalah motto para relawan tangguh Bulan Sabit Merah Indonesia - BSMI di Banten. Siang hari (05/01.2010) setelah mendapat informasi dari Tim assesment BSMI terkait kondisi dan keadaan masyarakat terdampak bencana alam banjir bandang, tim medis mulai berangkat menuju tempat yang tidak hanya terkena musibah banjir bandang namun juga tanah longsor.

Daerah ini merupakan salah satu titik awal terjadinya bencana banjir bandang di Lebak Banten. Untuk menuju ke lokasi ini cukup membutuhkan mental dan tantangan yang kuat dan prima. Menempuh perjalanan selama 3,5 jam menuju lokasi dengan rute warung banten terus ke cirotan kemudian citorek (lokasi wisata negri di atas awan) lanjut ke majasari dan tetakhir ke ciladaeun.

Tim yang dikomandoi langsung oleh Koordinator Lapangan / Ketua Posko Induk BSMI sekaligus Ketua BSMI Lebak dr. Agus Sunardi, Sp. PK bergerak dengan armada Ranger Mobil Kemanusiaan BSMI Banten dengan membawa logistik dan obat-obatan. Setelah melewati hutan dan 3 atau 4 bukit, tim sampai si Ciladaeun pada pukul 16:30 WIB.

Dilokasi tesebut di kantor Koramil setempat, tim memutuskan untuk mengadakan layanan kesehatan kepada masyarakat serta memberikan makanan siap santap dan logistik bahan makanan kepada masyarakat yang terdampak makanan.

Antusiasme masyarakat yang berduyun-duyun tua, muda datang ke lokasi saat melihat tim BSMI yang dibantu Tim relawan dari ACT mendatangi lokasi layanan kesehatan BSMI tersebut. Beberpa masyatakat yang menyampaikan bahwa daerah mereka terisolir selama 3 hari. Dan hingga hari itu saat kedatangan Tim BSMI listrik masih dalam keadaan padam. Tak ayal lagi menjelang maghrib tiba lokasi treebut dalam kondisi gelap gulita.

Akhirnya tim medis BSMI memutuska untuk menghentikan layanan kesehatan karena kondisi yang tidak memungkinkan meski masyarakat semakin banyak berdatangan.

"Di kampung ini ada warga tetap dan warga yang mengungsi ke rumah-rumah warga karena rumah mereka tertimbun tanah yang longsor yang hampir setinggi 2 meter," ujar warga yang tidak mau disebutkan namanya. Terlihat dalam pantauan tim BSMI, tanah yang longsor tidak hanya menimpa dan memutuskan akses jalan namun beberapa rumah yang rusak dan bahkan tertimbun masih tampak terlihat di beberapa lokasi.Dan terlihat tidak jauh dari lokasi pelayanan kesehatan di gelar.

Menurut informasi dari beberapa relawan, didaerah ini masih ada satu desa lagi yang terisolir yaitu Desa Lebak Situ, dimana jalan menuju desa tsb hanya dari ciladaeun naik gunung sekitar 3 km dimana 2 km nya sebagian longsor dan sebagian lagi tertimbun longsoran. Masih sangat riskan melewati jalan tersebut terlebih saat gerimis atau hujan. Sehingga dalam 3 hari pertama masih di sarankan untuk tidak dulu dilalui relawan atau masyarakat. Karena menuju lokasi tersebut memang tidak ada sama sekali jalur lain selain melewati tumpukan lumpur material longsor dan melewati tebing-tebing sisa longsoran yg sewaktu-waktu riskan terjadi longsor susulan atau bebatuan yang dapat menimpa dan mengancam jiwa.

Beberpa warga yang nekat juga terlihat melintasi lokasi tersebut, mengingat sudah 4 hari lebih mereka tidak mendapatkan bantuan.

Sekitar pukul 18:15 WIB setelah ikut membagi bantuan logistik ke warga, Tim BSMI pun pamit undur diri. Ucapan terima kasih warga tak henti-hentinya di berikan kepada para relawan BSMI atas bantuan yang diberikan. Perjalanan menuju pulang pun cukup memacu adrenalin tim BSMI, meski diterangi bulan Tim harus kembali melewati hutan dan beberapa perkampungan yang masih gelap tanpa aliran listrik.

Medan jalan yang terjal berbatu dan berlumpur juga turut menguji kelincahan driver Ranger Tim BSMI menuju arah pulang. Hingga mibil Avanza yang Tim ACT sempat terkendala untuk naik dimedan terjal tersebut. Beruntung di belakang masih ada rombongan Tim Relawan Badak Banten yang membantu mendorong mobil untuk menaiki medan yang terjal tersebut.

Sekitar pukul 11 malam tim Medis BSMI tiba di Posko Induk BSMI di Kec. Sajira. Dalam agenda berkutnya Tim BSMI akan mengirimkan kembali relawan medis dan bantuan logistik ke daerah yang masih terisolir. Semoga Allah melindungi dan menjaga kesehatan relawan BSMI di lokasi bencana