Respons Kebutuhan Penyintas, BSMI Dirikan Dapur Umum di Pasaman Barat

Respons Kebutuhan Penyintas, BSMI Dirikan Dapur Umum di Pasaman Barat

PASAMAN BARAT -- BSMI Sumatera Barat membuka posko dan dapur umum tanggap darurat gempa Pasaman dan Pasaman Barat. Lokasi posko berada di Bancah Talang - Batang Lingkin, Simpang Empat, Pasaman Barat, Sumatera Barat atau persisnya di depan Masjid Taqwa Muhammadiyah.

"Posko ini merupakan rumah relawan dan dijadikan sebagai posko dapur umum BSMI Sumbar. Lokasi ini aman dari gempa sehingga dapat bekerja dengan relatif tenang," terang Koordinator Relawan BSMI Sumatera Barat dr Fitria Heny dalam keterangannya. 

dr Heny menyebut, penyintas di wilayah ini masih sangat membutuhkan kebutuhan dasar yakni makanan, tenda, selimut dan terpal. Pasalnya mayoritas warga sekitar lokasi posko rumahnya rusak dan tidak bisa ditempati.

"Warga yang mengungsi juga aktif melaporkan kebutuhan mereka jadi karena kebutuhannya mendesak kita dirikan dapur umum untuk merespons kebutuhan mendesak para korban," ungkap Heny.

Heny mengutarakan, makanan yang dimasak didistribusikan ke pengungsian mandiri warga. Pengungsian mandiri ini berupa rumah keluarga mereka yang masih aman untuk ditinggali, masjid dan bangunan kosong. 

Para pengungsi ini berasal dari daerah lokasi yang terdampak berat sehingga mereka turun dari gunung dan menumpang di rumah keluarga mereka dan menjadikannya lokasi pengungsian mandiri. 

"Tuan rumah tentu tidak sanggup untuk melayani kebutuhan pengungsi ini selain menyediakan tempat tersebut. Oleh karena itu, atas inisiatif relawan BSMI, rumah relawan dijadikan dapur untuk memasak dan memasok makanan ke lokasi pengungsian mandiri tersebut," terang Heny. 

Biasanya dapur ini telah membantu 50 paket makanan setiap hari, dan dengan dijadikan dapur umum BSMI jumlah paket yang diberikan akan ditingkatkan untuk lebih banyak lagi menjangkau titik-titik pengungsian mandiri ini.  "Distribusi makanan direncanakan akan dilaksanakan sampai 10 hari ke depan," ujar Heny.

Di Posko ini, tim BSMI Sumbar juga menitipkan logistik yang dibawa berupa selimut, pakaian dalam, susu dan makanan anak-anak, terpal, air mineral dan dana untuk operasional dapur umum.