Perahu Karet BSMI Sumut Evakuasi Korban Banjir Medan, Bagikan 500 Paket Makanan

Perahu Karet BSMI Sumut Evakuasi Korban Banjir Medan, Bagikan 500 Paket Makanan

MEDAN -- Banjir cukup merata menerjang Kota Medan, Sumatera Utara. Setidaknya 14 dari 21 kecamatan di Kota Medan terendam banjir yang cukup tinggi.

BSMI Sumatera Utara langsung merespons situasi banjir dengan melakukan aksi evakuasi warga dengan perahu karet, membagikan 500 paket makanan siap saji terdiri dari roti dan nasi bungkus serta mendirikan posko kesehatan.

Hal ini diungkapkan Sekretaris BSMI Sumatera Utara Hendrik atau yang akrab disapa Koko ini dalam keterangannya. Koko menjelaskan, permintaan bantuan perahu karet BSMI Sumut langsung datang dari BPBD Kota Medan dan masyarakat.

"Karena memang cukup tinggi banjir yang terjadi sehingga ada permintaan langsung dari BPBD Kota Medan dan masyarakat, kita langsung merespons dengan menerjunkan tim evakuasi dengan perahu karet," ungkap Koko.

Koko menyebut evakuasi dan pembagian 500 paket makanan difokuskan di wilayah kecamatan Medan Maimun yang termasuk cukup parah terdampak. Sementara satu tim lagi dari BSMI Sumut mendirikan posko kesehatan di Kecamatan Medan Deli.

"Di Medan Deli ada 250 KK terdampak banjir ini dan meminta ada layanan kesehatan. Alhamdulillah tim BSMI Sumut sudah mendirikan posko kesehatan di sana," ungkap Koko.

Koko menyebut salah satu penyebab banjir yang cukup luas di Kota Medan karena intensitas curah hujan yang cukup tinggi. Selama dua hari Sabtu dan Ahad pekan lalu hujan terus mengguyur Kota Medan. Akibatnya aliran sungai Deli meluap.

"Ditambah hujan dari gunung sehingga banjir yang sekarang cukup tinggi bahkan bukan hanya di pemukiman tapi sudah sampai jalan protokol. Banyak kendaraan mati akibat menerjang banjir," terang Koko.

Koko menyebut BSMI Sumatera Utara akan terus melakukan survei ke daerah-daerah lain yang terdampak banjir guna merumuskan program selanjutnya.

"InsyaAllah hasil survei ini akan jadi dasar aksi kolaborasi BSMI Sumut dengan Forum Zakat (FOZ) untuk tanggap darurat banjir Medan karena masih ada beberapa lokasi yang ada genangan," terang Koko.