Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia Tahun 2019
Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia Tahun 2019

Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia Tahun 2019

(Jakarta) Universitas Indonesia (UI) melalui Hibah Pengabdian Masyarakat (Pengmas) tahun 2019 melakukan kegiatan di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 01, Jakarta Timur. Kegiatan pengmas kali ini di fokuskan pada upaya pengendalian infeksi tuberculosis (TB) pada lanjut usia (lansia) di PSTW tersebut. Kegiatan yang dilaksanakan bertujuan mengendalikan penularan, pencegahan serta meningkatkan pengetahuan petugas panti werdha mengenai infeksi TB paru. Sedangkan penanggung jawab kegiatan ini adalah Ns. Dwi Nurviyandari, SKep., MN (email: dwi.nurviyandari@ui.ac.id) staf FIK UI Departemen Keperawatan Komunitas.

Seluruh kegiatan pengmas dilakukan di PSTW Budi Mulia 1 Cipayung dan Ciracas selama bulan April-Mei 2019. Berikut adalah rincian kegiatan pengmas:

 

Waktu

Kegiatan

Sasaran

Senin/ 25 Maret

Screening TB

Lansia

Jumat/12 April

Pemasangan poster TB

Lansia

Kamis/ 18 April

Kampanye anti TB

Lansia

Jumat/ 24 April

Pelatihan Petugas

Petugas

Kamis/ 10 Mei

Sosialisasi Prosedur Operasional Baku

Petugas

Senin/ 15 Juli

Pelatihan Tenaga Kesehatan

Tenaga Kesehatan di Panti

 

Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) telah lebih dari 20 tahun bekerjasama dengan PSTW Budi Mulia 1 dalam meningkatkan kualitas pelayanan pada lansia. Penghuni PSTW adalah lansia terlantar, yang sebagian besar masuk dan tinggal di panti bukan atas kemauan sendiri, berasal dari keluarga tidak mampu dan memiliki pendidikan yang rendah. Masalah yang banyak muncul di panti werdha adalah masalah kesehatan, karena lansia dengan berbagai penurunan kondisi fisik dan psikologis menimbulkan keluhan terkait kesehatan. Fakultas Ilmu Keperawatan melalui praktik mahasiswa, riset dan tentunya pengabdian masyarakat memberikan kontribusi dalam mengatasi masalah kesehatan yang terjadi di PSTW.

Pada tahun 2015 ditemukan satu kasus TB paru pada lansia di PSTW Budi Mulia 01, pada tahun berikutnya meningkat menjadi dua kasus. Pada tahun 2019 ini, lansia yang sudah terdiagnosis terinfeksi TB paru dan sedang menjalani pengobatan TB berjumlah 20 orang. Sebuah peningkatan yang sangat tajam dan sangat mengkhawatirkan. Infeksi TB paru pada institusi perawatan lansia dapat dengan mudah terjadi dikarenakan banyak hal, diantaranya adalah adanya penurunan daya tahan tubuh lansia, prilaku tidak sehat (buang dahak sembarangan, tidak menutup mulut saat batuk dan bersin), gizi kurang, ruangan yang gelap dan lembab. Hal ini yang menjadi perhatian pengabdi untuk melakukan upaya pengendalian infeksi TB paru di Panti.

Petugas di panti werda sebagian besar tidak memiliki latar belakang pendidikan bidang kesehatan, sehingga perlu sekali informasi yang tepat mengenai penularan dan pencegahan penyakit TB. Informasi akan diberikan melalui pelatihan kepada seluruh petugas panti. Materi pelatihan petugas meliputi penjelasan mengenai penyakit TB, tanda gejala, cara penularan dan pencegahannya. Diharapkan dari pelatihan ini stigma petugas menurun dan pengetahuan petugas meningkat.

Seluruh rangkaian upaya pengendalian infeksi TB di PSTW ini tentu tidak lepas dari adanya dukungan yang sangat positif dari kepala PSTW Budi Mulia 1. Bapak Drs. H. Akmal Towe, M.Si adalah kepala PSTW Budi Mulia 1, yang sejak masa kepemimpinan beliau berbagai riset dan pengmas disambut dengan tangan terbuka di Panti demi peningkatan kualitas layanan pada lansia. Beliau merasa sangat terbantu dengan Pengmas yang dilakukan oleh Universitas Indonesia, karena hal ini memang sedang sangat dibutuhkan. Walaupun sudah ada dua puluh lansia yang diisolasi karena TB, mungkin saja masih ada lansia lainnya yang belum teridentifikasi dan beresiko untuk menularkan pada lansia lainnya. []