Pembunuhan Anak-anak Gaza adalah Kejahatan Perang dan Pelanggaran HAM

Pembunuhan Anak-anak Gaza adalah Kejahatan Perang dan Pelanggaran HAM

Jakarta -- Ketua Umum DPN Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) M Djazuli Ambari mengutuk serangan zionis ke Jalur Gaza pada awal bulan Agustus kemarin.

Ia menyebut serangan zionis tersebut sudah masuk kategori pelanggaran perang dan pelanggaran HAM. Sebab korban yang berjatuhan terutama korban meninggal didominasi oleh anak-anak, wanita dan lansia yang semuanya adalah masyarakat sipil.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan, serangan Israel di Gaza telah menewaskan 49 orang, termasuk 17 anak-anak dan empat wanita. Sementara 360 lainnya luka-luka. Beberapa rumah hancur akibat serangan tersebut.

"Jatuhnya korban sipil terutama anak-anak yang mencapai sepertiga dari jumlah korban meninggal tidak bisa dibiarkan begitu saja. Apa yang dilakukan militer zionis sudah melanggar Konvensi Jenewa dan hukum humaniter karena mengakibatkan korban sipil terutama anak-anak, wanita dan lansia jatuh," sebut Djazuli. 

Apalagi, papar Djazuli, Israel akhirnya mengakui melakukan pembunuhan terhadap beberapa anak-anak yang menjadi korban. Setelah sebelumnya dalam rilis resmi Israel, menolak klaim militer Israel menyasar korban anak-anak.

"Lewat pengakuan ini seharusnya PBB dan Mahkamah Internasional bergerak. Saat terjadi konflik Rusia-Ukraina, disuarakan dugaan kejahatan perang yang dilakukan salah satu kubu. Tapi saat anak-anak di Gaza nyata meninggal karena korban serangan Israel, tidak ada yang bersuara hal yang sama. Dimana dunia mendudukkan keadilan?" ungkap Djazuli. 

Membantu perawatan korban

Djazuli mengatakan, saat ini beberapa armada ambulans BSMI terus siaga untuk memabntu merawat korban akibat serangan Israel. Armada ambulans BSMI telah beberapa kali melayani tindakan pelayanan medis bagi masyarakat Palestina terutama di jalur Gaza.

"Ambulans ini adalah bantuan masyarakat Indonesia untuk Gaza, mulai beroperasi pasca serangan besar zionis pada 2021 lalu. Jika masa tenang, ambulans BSMI melayani pasien dari rumah ke rumah dan mengantar pasien untuk berobat ke rumah sakit di Gaza," sebut Djazuli. 

Selain itu BSMI juga akan mengirimkan bantuan untuk perawatan medis bagi korban terluka di Palestina dan juga bantuan hidup dasar seperti kebutuhan pokok untuk membantu warga Gaza, Palestina.