Laporan BSMI: Kondisi RS di Pasaman Barat Aman dan Bisa Melakukan Layanan Kesehatan

Laporan BSMI: Kondisi RS di Pasaman Barat Aman dan Bisa Melakukan Layanan Kesehatan

PASAMAN BARAT -- Relawan DPN BSMI Agus Setiawan bergabung dengan tim Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) Kemenkes RI bertolak ke Pasaman Barat, Sumatera Barat dalam upaya penanggulangan krisis kesehatan pasca bencana gempa 6,2 SR beberapa hari lalu.

Agus menuturkan dalam laporan bersama seluruh elemen klaster kesehatan, disebutkan jika penanganan korban sejauh ini sudah hampir bisa teratasi secara baik. Selain itu beberapa korban pengungsi juga tidak bisa kembali ke rumah karena hancur sehingga harus tinggal di tenda yang disediakan Rumah Sakit.

Kondisi RS di Pasaman Barat sendiri, terang Agus, relatif dalam kondisi baik dan berfungsi dari sisi bangunan dan fungsi. 

"Sudah ada pemeriksaan dari Dinas PU kondisi Rumah Sakit di Pasaman Barat cukup aman tidak mengkhawatirkan dan sudah bisa dilaksanakan kembali layanan termasuk tindakan operasi di bagian dalam, tidak ada dampak kerusahan signifikan di RS," ungkap dia.

Meski begitu di beberapa RS sudah terpasang tenda penanganan pasien di luar sebagai tindakan antisipasi gempa susulan dan sambil menunggu pemeriksaan kelayakan bangunan dari pihak yang berwenang. 

Selain itu, Agus menuturkan Puskris juga datang membawa sejumlah peralatan medis termasuk antigen untuk relawan, Nakes dan dari NGO yang datang ke Pasaman Barat.

"Diharapkan relawan yang datang bisa lapor ke klaster kesehatan dan Dinkes bisa membawa surat antigen. Jika belum membawa dalam beberapa kondisi bisa melaksanakan antigen di lokasi," kata dia.

Selain itu, ia menyebut klaster kesehatan juga akan melakukan verifikasi data untuk memperjelas surat tugas dan pelaksanaan tugas serta verifikasi keabsahan relawan yang khusus ditempatkan di Pasaman Barat. 

"Dengan pendampingan dan bantuan dari Puskris diharapkan bisa ada penyusunan manajerial data sehingga bisa ada pemetaan dan alur sub klaster yang jelas. Hasilnya bisa memudahkan instansi dan dinas hal lain ketika membutuhkan data bisa akurat dan satu pintu," urai Agus.