Kesaksian Nakes Terpapar Covid19, Buktikan tidak Ada Rekayasa Demi Keuntungan

Kesaksian Nakes Terpapar Covid19, Buktikan tidak Ada Rekayasa Demi Keuntungan

Nama saya Arif Fahmi. Saya adalah salah satu tenaga kesehatan yang bekerja di RSUD Prov.NTB, salah satu RS rujukan untuk pasien Covid-19.  Risiko terpapar/tertular Covid bagi nakes jauh lebih besar dibandingkan masyarakat biasa, karena frekuensi kontak dengan pasien yang ODP,PDP maupun confirmed positif Covid, bahkan bisa juga antar nakes yang OTG.

Qodarullah, saya adalah salah satu dari sekian nakes yang terpapar covid-19 (berdasarkan hasil swab PCR +). 

Saat ini saya masih menjalani perawatan dan karantina oleh RS. Saat tulisan ini saya buat, terhitung sudah 9 hari saya menjalani karantina dan pengobatan. Namun sebelum saya dirawat di RS Darurat Covid-19, saya telah melakukan karantina mandiri selama 7 hari di rumah setelah saya merasa telah terpapar dan merasakan gejala sembari menunggu dilakukan swab oleh RS.

Tingkat keluhan akibat Covid ini memang berbeda beda pada setiap orang. Mungkin bagi yang masih usia muda dan dalam kondisi fit bisa jadi hanya seperti flu biasa atau bahkan tanpa gejala sama sekali. Tapi bagi  yang sudah lanjut usia apalagi yang mempunyai penyakit penyerta sebelumnya (komorbid) hal ini akan berakibat buruk, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Saya sendiri dengan usia 42 th (tidak terlalu tua juga tidak terlalu muda) merasakan keluhan batuk disertai sesak nafas serta nyeri disekujur anggota badan terutama pada sendi dan extremitas (tangan dan kaki). Bahkan sejak pertama merasakan gejala, setiap kali saya BAB bercampur darah segar yang cukup banyak (saya punya riwayat hemmoroid).

Alhamdulillah oleh pihak RS saya diberi terapi sesuai dengan keluhan saya ( paracetamol 500mg, Ambroxol HCl 30mg, cetirizin, Tranexamic acid 500 mg dan azytromycin 500mg), obat antiviral ( Oseltamivir ) dan Vitamin C. Selain itu untuk tambahan saya minum suplemen seperti imboost force, habbatussauda dan madu serta banyak mengonsumsi buah2an. 

Setiap hari saya olah raga dan berjemur (pukul 8-10 pagi). Alhamdulillah secara berangsur keluhan saya mulai mereda dan badan kembali terasa segar kembali. 
Saat ini saya sedang menunggu hasil swab ulangan yang pertama, semoga hasilnya bisa negatif pun nantinya dengan swab ulangan kedua, sehingga bisa segera kembali berkumpul dengan keluarga. Mohon doanya sahabat...

Semoga tulisan singkat ini bisa membantu sahabat semua untuk tidak termakan isu-isu dan opini hoaks yang tujuannya menghasut nakes dan RS dengan mengatakan covid hanyalah konspirasi dan sarana meraih keuntungan yg besar. Saya telah mengalami sendiri bagaimana RS dan para nakes berjibaku menentukan pasien Covid atau tidak berdasarkan hasil swab yang telah dilakukan dan berdasarkan protokol yg ketat. 

Bagi sahabat yang merasa kondisinya fit dan prima silahkan beraktivitas normal (kalau memang ingin) namun jangan sampai menyepelekan protokol kesehatan yang sdh ditetapkan, dan lebih penting lagi tolong jaga anggota keluarga anda terutama anak-anak, balita dan yang sudah lanjut usia dari terpapar virus ini, karena mereka termasuk kelompok high risk jika sampai terpapar virus ini. 

Saya percaya sahabat sekalian tidak ingin menjadi sebab orang yang kita sayangi celaka karena kecerobohan kita sendiri...

Semoga Allah SWT menjaga dan menjauhkan kita semua dari buruknya wabah ini. Menjaga lisan dan tangan kita dari menyebarkan perkataan yang menyakiti dan fitnah hoaks yang merusak sendi-sendi kemanusiaan kita...Aamiin..

Wassalamualaikum wrwb

Mataram, 8 Juni 2020.
Care 4 Life..
(Arif Fahmi).