Kemenlu RI Dukung Misi Relawan Medis BSMI ke Palestina

Kemenlu RI Dukung Misi Relawan Medis BSMI ke Palestina

Jakarta -- Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) terus mematangkan persiapan keberangkatan relawan media ke Gaza, Palestina. Salah satunya dengan menggelar audiensi bersama Direktorat Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI.

Hadir dalam audiensi ini Ketua DPN BSMI M Djazuli Ambari, Sekretaris Jenderal BSMI Muhammad Rudi, Bendahara BSMI dr Prita Kusumaningsih dan Ketua MPA BSMI dr Basuki Supartono. Sementara hadir Direktur Timur Tengah Bagus Hendraning Kobarsyih.

Ketua Umum DPN BSMI Djazuli Ambari melaporkan aktivitas kepedulian terhadap Palestina sebagai yang selalu diserukan Menteri Luar Negeri RI Retno B Marsudi.

Selain melakukan penggalangan dana dan penyaluran bantuan secara langsung, BSMI juga menggelar berbagai aktivitas sosialisasi agar masyarakat memiliki kepahaman yang sama dengan sikap resmi Pemerintah RI yakni kemerdekaan bangsa Palestina.

"BSMI melaporkan telah menyalurkan beberapa bantuan yakni bantuan obat, alkes dan santunan pasien di RS Asy Syifa Gaza, bantuan paket makanan, bantuan ambulans, bantuan perbaikan ruang operasi di RS Kamal Adwan Gaza serta bantuan melalui Kedutaan Besar Palestina di Indonesia," ujar Djazuli.

Djazuli menyebutkan, rencana keberangkatan relawan medis ke Gaza adalah salah satu respons BSMI dalam memenuhi permintaan bantuan secara resmi dari Kementerian Kesehatan Palestina yang mengirimkan daftar kebutuhan alat kesehatan, obat dan dukungan medis.

"Permintaan resmi dari Kementerian Kesehatan Palestina kami respons dengan rencana pengiriman relawan medis yang sudah kami lakukan pada 2009, 2010, 2012 dan 2013 ke Gaza. Kami ingin mewakili masyarakat Indonesia untuk itu memohon dukungan dan petunjuk dari Kementerian Luar Negeri RI," papar Djazuli.

Bagus Hendraning Kobarsyih mengatakan Pemerintah Republik Indonesia selalu mendukung status kemerdekaan bangsa Palestina. Sebab hal ini menjadi utang moral bangsa Palestina yang pertama kali mendukung kemerdekaan RI pada 1945.

Bagus mengatakan, aksi kemanusiaan BSMI ke Gaza melalui Mesir sudah beberapa kali dilakukan sehingga ia yakin atas pengalaman BSMI dalam mengirim bantuan langsung ke Gaza melalui perbatasan Mesir. 

"Apalagi BSMI punya investasi sejarah ada bantuan obat-obatan, ambulans maupun penerima beasiswa. Beberapa petinggi KBRI Kairo juga pernah turun langsung sehingga hal ini tidak asing bagi KBRI Kairo dalam misi ini hanya nanti kita konfirmasi waktu, perlengkapan dan rencana," tutur dia.

Bagus mengatakan saat ini beberapa tantangan yang harus dihadapai terkait mobilitas terutama di Mesir karena terkait situasi pandemi. Bagus juga menyebut pemerintah Mesir cukup concern terkait situasi keamanan termasuk bagi warga sipil.

"Kami juga dapat informasi mungkin beberapa bantuan yang belum dicover oleh pemerintah Mesir. Dokter spesialis bedah, anastesi dan trauma healing ini saya kita cukup penting," papar Bagus.