FIK UI Tempa Kader Peduli Masalah Psikososial Akibat Bencana

FIK UI Tempa Kader Peduli Masalah Psikososial Akibat Bencana

(Bogor) Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) kembali membangun kader dalam mengatasi masalah psikososial masyarakat. Kali ini lebih difokuskan pada masalah psikososial akibat bencana, Sabtu (6/4) di Bogor. Acara pembukaan dilaksanakan di Madrasah RT 01 RW 3 Kelurahan Pamoyanan dan dihadiri oleh Kepala Puskesmas Kelurahan Mulyaharja dan Kelurahan Mulyaharja yang diwakili oleh Ketua LPM sekaligus membuka acara pelatihan. Pelatihan ini diikuti oleh 66 orang kader yang terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan.

Pelaksanaan kegiatan ini digagas karena Indonesia merupakan daerah yang rawan mengalami bencana berdasarkan letak geografis yang ada. Data yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam periode 2018-2019 terjadi sekitar 3003 bencana alam, dengan kejadian terbanyak yaitu kejadian puting beliung. Jawa Barat berada pada peringkat 3 besar provinsi yang memiliki frekuensi terbanyak mengalami bencana.

Selain itu, dalam beberapa bulan terkahir baru terjadi bencana angin puting beliung yang menyebakan banyak terjadi kerusakan rumah warga. Dari hasil wawancara dengan lima warga mereka merasakan dampak bencana tersebut dan mereka juga mengatakan membutuhkan bagaimana cara menghadapi situasi bencana dengan bijak saat bencana itu terjadi.


Dalam sambutannya, Kepala Puskesmas Mulyaharja dr. Wida Widiawarri, M.Kes mengatakan kepada kader bahwa "semoga apa yg disampaikan dapat diserap dan dipraktikkan di lapangan sehingga dapat menanggulangi masalah yang muncul akibat bencana". Begitu pula Ketua LPM Kelurahan sangat mengucap syukur atas kehadiran mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan FIK UI karena dapat mengajarkan kepada kader dan masyarakat tentang cara mengatasi masalah psikososial.

 

Kegiatan pengabdian masyarakat diketuai oleh Prof. Budi Anna Keliat, S.Kp.,M.App.Sc bekerja sama dengan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia (DRPM UI). Kegiatan berlangsung selama 10 hari yang terdiri dari pelatihan kader kesehatan jiwa dan dilanjutkan dengan pendampingan kader kesehatan jiwa di masyarakat. Pada hari pertama acara pelatihan kader, setiap kader disiapkan dengan pengetahuan tentang bencana (persiapan pra bencana, saat bencana dan pasca bencana).

Pelatihan diisi dengan beberapa materi yang diantaranya bagaimana kader dapat mengenal tentang bencana (tanda-tanda, persiapan yang harus dilakukan dan penanganan saat terjadi bencana), pengenalan tentang deteksi dini masalah psikososial akibat bencana dengan latihan mengisi SRQ. Selanjutnya dipelajari bagaimana manajemen stress saat terjadi bencana.

Pelatihan manajemen stress dilakukan berkelompok dimana setiap kelompok difasilitasi oleh satu fasilitator. Terlihat semua kader sangat bersemangat dalam latihan manajeman stress yang dilakukan. Bahkan kader sangat antusias dan menikmati manajemen stress yang dipraktikkan untuk diri sendiri. Kegiatan pelatihan ditutup dengan berfoto bersama Kepala Puskesmas Mulyaharja, Ketua LPM Kelurahan Mulyaharja, Mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia dan Kader Kesehatan Jiwa.[]