Faskes Jauh, Warga Weninggalih Terbantu Pengobatan Gratis BSMI Bandung

Faskes Jauh, Warga Weninggalih Terbantu Pengobatan Gratis BSMI Bandung

Laporan Ilma Asharina

Kurang lebih 100 warga mendatangi GOR Balai Desa Weninggalih, Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat pada Ahad pagi (13/10) untuk mengikuti kegiatan Balai Pengobatan yang diselenggarakan oleh Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) kota Bandung  bekerja sama dengan Yayasan Tenda Visi Indonesia.

“Ini adalah kali pertama kegiatan seperti ini diselenggarakan, saya dan warga merasa sangat senang dan terbantu oleh kegiatan ini," ujar Dadang selaku Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat Desa Weninggalih mengawali sambutan pembukaan Balai Pengobatan.

Jarak pusat pemukiman warga ke fasilitas kesehatan yang relatif jauh menjadi pertimbangan kuat Desa Weninggalih dipilih sebagai titik lokasi Balai Pengobatan. 

Sebut saja Puskesmas Cicangkang yang harus ditempuh warga sejauh 7 km dan RSUD Cililin yang berjarak 16 km dari rumah warga.

Selain itu, hanya terdapat satu bidan di Desa yang pelayanan utamanya tentu berfokus membantu persalinan. Hal tersebut menjadikan warga sulit mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.

Desa Weninggalih terdiri dari 1.962 Kepala Keluarga (KK) dengan mayoritas pekerjaan warganya sebagai buruh tani dan buruh bangunan.

Salah seorang Perangkat Desa, Daday Fatah Hidayat menyampaikan bahwa acara yang digelar oleh BSMI kemarin sangat bagus dan bermanfaat bagi warganya. 

Warga diperiksa langsung oleh dokter dan diberi obat secara gratis, tidak dipungut biaya sedikit pun. Hal tersebut sangat menolong karena perekonomian warga Desa terbilang lemah.

Dari hasil rekapitulasi panitia, penyakit yang dialami warga didominasi oleh penyakit terkait sistem neuromuskular dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) sesuai dengan kondisi demografi Desa. 

Beberapa pasien dengan penyakit yang tidak dapat difasilitasi oleh panitia, diarahkan oleh dokter untuk memeriksakan kesehatannya lebih lanjut ke Puskesmas atau RSUD setempat.

“Kalau ada umur dan rezeki, kami sangat berharap acara seperti ini dapat diselenggarakan rutin setiap tahun," ujar Daday kepada salah seorang panitia. 

Relawan Balai Pengobatan yang terlibat tidak hanya berlatar belakang sebagai tenaga kesehatan seperti dokter, apoteker, asisten apoteker, perawat dan bidan, melainkan terdapat pula relawan dengan latar belakang pendidikan informatika, kimia murni, hingga teknik kelautan.