BSMI Terjun ke Lokasi Banjir Garut, Banyak Akses Jalan dan Jembatan Terputus

BSMI Terjun ke Lokasi Banjir Garut, Banyak Akses Jalan dan Jembatan Terputus

GARUT-- Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) dan Bulan Sabit Merah Remaja (BSMR) Kota Garut terpaksa menembus daerah bencana banjir bandang Garut untuk melakukan assesment dengan berjalan kaki didampingi Babinsa dan warga.

Wakil Ketua Penanggulangan Bencana BSMI Jabar Hilman Bukhori mengatakan, BSMI dan BSMR Garut sudah bergabung dengan posko induk BPBD. Saat ini, ujar dia, personel yang disiagakan di lapangan bergantian maksimal 25 anggota per hari.

"Salah satu desa terdampak Mekarsari, kita menembus wilayah sana untuk assesment secara manual lewat jalan kaki dibantu Babinsa TNI dan warga karena akses sulit," kata ketua BSMR Kota Garut ini dalam keterangannya, Jumat (16/10/2020).

Hilman mengatakan, kebutuhan saat ini untuk para penyintas adalah sembako, obat-obatan. Sementara untuk kerja relawan dibutuhkan alat-alat kebersihan dan dana. 

Hilman menyebut, posko induk BPBD sudah membagi wilayah penanganan kepada masing-masing unit relawan. BSMI, ungkap dia, mendapatkan amanah untuk penanganan di Desa Karyasari, Desa Sagara dan Desa Mekarwangi. Ada lebih dari 250 KK yang terdampak di wilayah tersebut.

"Kondisinya beberapa jembatan sebagai akses jalan rusak terdampak sehingga menjadi tantangan tersendiri untuk para relawan. Sementara titik pengungsian warga ada di kantor kecamatan, Koramil, kantor Polresk dan kantor pemerintahan atau wilayah aman lainnya," ujar dia.

Banjir Bandang Garut Selatan diakibatkan curah hujan yang tinggi sehingga membuat beberapa sungai meluap. Beberapa sungai yang meluap Sungai Cipalebuh, Sungai Cikaso, Sungai Cibera dan Sungai Cipasarangan. Selain mengakibatkan akses jembatan rusak, akses jalan ke beberapa desa juga ikut terganggu karena intensitas hujan yang tinggi.