BSMI Sumut Ikut Tolong Korban Reruntuhan Bangunan dalam Simulasi Penanganan Bencana

BSMI Sumut Ikut Tolong Korban Reruntuhan Bangunan dalam Simulasi Penanganan Bencana

MEDAN – Satu unit bangunan lantai II tiba-tiba saja runtuh. Warga pun heboh. Di dalam bangunan diketahui ada satu orang korban yang tertimbun. Peristiwa ini terjadi di Kecamatan Medan Johor. Tepatnya di Jalan Cadika No. 8, Kamis (17/3/2022).

Dalam sekejap lokasi kejadian dikerumuni warga. Kepala lingkungan (kepling) yang tinggal tak jauh dari lokasi, langsung menghubungi petugas Polsek Delitua. Warga terlihat panik, karena dari dalam reruntuhan bangunan terdengar suara minta tolong. Tapi mereka tak bisa memberikan pertolongan.

Tak lama kemudian, petugas Tim SAR Dit Samapta Polda Sumut, Basarnas Medan, BPBD Medan, beserta relawan dari sejumlah organisasi pertolongan  tiba di lokasi. Di antaranya Komunitas Siaga Bencana (Kogana), Relawan Antisipasi dan Solidaritas Bencana (Rentan), Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), Tempat Kita Peduli (TKP), Rumah Zakat, PKPA dan lainnya.

Petugas kemudian meminta warga menjauhi lokasi. Sebagian memasang police line. Sebagian lagi mengurai kemacetan arus lalulintas. Setelah melakukan briefing, persiapan pertolongan korban yang tertimpa reruntuhan bangunan pun dilakukan. Sejumlah alat berat dan ambulan disiagakan.

Sejumlah petugas kemudian menggunakan vibra phone, alat elektronik pendeteksi suara dan getaran. Akhirnya diketahui korban masih selamat. Meski lemah, dari alat tersebut masih terdengar teriakan minta tolong dari korban yang terjebak.

Petugas memotong beton yang menimpa korban Setelah mengetahui korban masih selamat, petugas kemudian menggunakan alat vibra spoke. Alat ini selain mampu mendeteksi suara dan getaran, juga bisa mengetahui posisi visual korban, karena dilengkapi kamera dan lampu LED.

Akhirnya posisi korban di reruntuhan bangunan diketahui. Petugas kemudian memberi tanda Victim Life (VL) 1, atau ada satu korban yang masih hidup. Dengan cepat petugas lainnya kemudian berusaha membongkar dinding beton, dan membuat celah agar petugas bisa masuk ke reruntuhan dan memberikan pertolongan.

Mesin pemotong baja (cutter), palu, dan linggis pun digunakan. Dalam hitungan menit, lubang berbentuk segitiga denga diameter 70 Cm pun terbentuk. Dua orang petugas yang membawa tandu, tabung oksigen, dan peralatan medis pun masuk ke dalam reruntuhan.

Melalui komunikasi melalui HT, diketahui korban berjenis kelamin laki-laki. Ia terjebak di rongga sempit dalam reruntuhan. Kondisinya kritis, karena mengalami cidera (patah tulang) pada kaki sebelah kanan. Setelah berjibaku selama 30 menit, akhirnya korban bisa dievakuasi keluar reruntuhan. Petugas medis yang menunggu diluar, langsung memasukkan ke ambulan dan membawanya ke rumah sakit. Pertolongan pun berhasil dilakukan.

Ini merupakan bagian dari kegiatan ‘Simulasi dan Latihan Pertolongan Pada Korban Bangunan Runtuh’ yang digelar Polda Sumut, Basarnas Medan, BPBD Medan, bersama sejumlah organisasi relawan di Lapangan Cadika Medan. Latihan ini digelar untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas personel SAR dalam penanganan dan pertolongan korban yang terjebak bangunan runtuh.

“Ini bagian dari rescue perkotaan. Simulasi dan latihan ini digelar agar petugas SAR memiliki pengetahuan dan keterampilan, apalagi di Kota Medan banyak bangunan tinggi, sehingga bila terjadi hal-hal yang tak diinginkan, bisa cepat memberikan pertolongan,” kata Penasihan Rentan, Zainul Tahar.

Mantan Kepala Basarnas Medan, Banda Aceh, Riau, Pontianak dan Jaya Pura, ini meminta agar latihan sama bisa sering dilaksanakan. “Ini latihan untuk pertolongan korban bangunan runtuh, ke depan kita harapkan ada latihan bersama untuk penyelamatan korban di laut, hutan, dan lainnya,” kata Zainul.

Sedangkan Komandan Tim SAR Dit Samapta Polda Sumut, Kompol Pardamean Hutahean, mengucapkan terimakasih karena simulasi dan latihan berjalan dengan baik. “Terimakasih, dengan latihan bersama ini, kita bisa memiliki keterampilan, sehingga ke depan bisa dengan cepat melakukan pertolongan pada korban bangunan runtuh,” sebutnya.

Sedangkan Kepala BPBD Medan, HM Husni, juga mengucapkan terikasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi, sehingga simulasi dan latihan bisa berjalan dengan baik. “Ke depan, kita berharap simulasi dan latihan akan sering kita lakukan bersama. Karena bencana tidak ada yang meminta, dan tak bisa terdeteksi kapan terjadinya. Jika petugas dan relawan memiliki keterampilan dan kapasitas yang baik, pertolongan akan mudah dilakukan,” imbuhnya.

Sekretaris BSMI Sumatera Utara Hendrik atau yang akrab disapa Koko mengaku BSMI terus bersinergi dan berkolaborasi dengan semua elemen dalam kesiapsiagaan penanganan risiko bencana.

"Simulasi latihan ini penting agar terus siaga dalam upaya manajemen risiko bencana. Sebagai bagian dari penanganan bencana dalam sistem pentahelix, BSMI Sumut siap berkontribusi nyata dalam upaya penanganan bencana baik di Sumut maupun Indonesia," ujar Koko.