BSMI Kota Bima Siapkan Tim Medis di Lokasi Demonstrasi

BSMI Kota Bima Siapkan Tim Medis di Lokasi Demonstrasi

BIMA -- Ada pemandangan berbeda saat aksi demonstrasi ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Bima, Senin (12/10). Adalah Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Kota Bima nampak berada di sekitar barisan massa aksi yang menolak disahkannya UU Cipta Kerja, di depan Kantor DPRD Kabupaten Bima.

Ketua BSMI Kota Bima H Muhammad Akbar mengatakan keberadaan mereka di lokasi demonstrasi merupakan instruksi dari BSMI Pusat dengan nomor:010/K/DPN-BSMI/EDR/X/2020 Jakarta tertanggal 8 Oktober 2020. Perihal surat tersebut terkait koordinasi tim medis demonstrasi.

Kata Akbar, surat tersebut berisi menanggapi demonstrasi massa yang terhadi sehubung dengan pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja, maka dengan ini Dewan Pengurus Nasional BSMI menginstruksikan kepada seluruh BSMI Provinsi, Kabupaten dan Kota yang akan menyediakan Tim Medis di lokasi demonstrasi untuk bekerjasama dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian di daerah masing-masing.

"Dasar itulah kami turun untuk memberikan penanganan medis, apabila saat aksi nanti ada yang terluka dan dilakukan penaganan medis secepatnya," terang Akbar.

Diakuinya, saat berada di lokasi aksi tadi pagi, karena sempat terjadi kericuhan, salah seorang polisi yang berada di baringan pengamanan alami luka robek di bagian hidung kanan akibat terkena benda tumpul.

"Anggota polisi yang terluka sudah kami berikan perawatan medis di lokasi kejadian," katanya.

Akbar mengaku, keberadaan BSMI saat demonstrasi untuk memberikan pertolongan pertama untuk korban kericuhan. Baik dari aparat yang melakukan pengamanan maupun massa aksi. Jika kondisinya tidak bisa ditangani tim medis BSMI, maka akan dilarikan ke rumah sakit terdekat.

"Tapi Alhamdulillah tadi cukup perawatan medis ditangani di lokasi demonstrasi," ujarnya.

Ia menambahkan, BSMI akan tetap stand by di lokasi demonstrasi, apabila pada beberapa hari ke depan masih ada gelombang protes terhadap disahkannya UU Cipta Kerja.