BSMI Kembali Hadirkan Keceriaan Anak-anak Penyintas Bencana Banjir Bandang Lebak 

BSMI Kembali Hadirkan Keceriaan Anak-anak Penyintas Bencana Banjir Bandang Lebak 

LEBAK -- Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) kembali mengadakan kegiatan dukungan psikososial. Kegiatan dukungan psikososial ini merupakan kegiatan ketiga kalinya dalam rangkaian intervensi psikososial BSMI melalui tim psikososial mereka yang diterjunkan sejak Senin, 13 Januari 2020 yang lalu, untuk penyintas bencana banjir bandang di Kabupaten Lebak dan sekitarnya yang dimana kegiatan ini berfokus pada anak-anak. 

Kegiatan psikososial yang dilaksanakan kali ini berlokasi di sekolah yang berbeda dengan sebelumnya, namun masih terletak di desa yang sama yang menjadi daerah terdampak langsung banjir bandang Kabupaten Lebak yaitu di SDN 02 Sanghiyang, Desa Tanjungsari, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak. Dengan menyertakan sebanyak 4 orang relawan tim psikososial, mereka berangkat menuju sekolah dengan membawa misi yaitu memberikan dukungan psikologis dan sosial bagi anak penyintas bencana banjir, agar bisa bangkit serta beraktifitas kembali pasca bencana. 

"Senang banget. Tadi main bareng di lapangan sama kak Sano. Terus nyobain gerakan kaya kak Sano". Tutur Hambali (10), salah satu anak-anak penyintas pada media, Rabu (16/01)

Mengangkat tema yang sama dengan tema sebelumnya yaitu "Menanam Pohon", tim psikososial yang diterjunkan ke lokasi membawa materi kegiatan seperti roleplay 'hujan tanah pohon', yang bertujuan untuk memberikan gambaran pada anak-anak penyintas tentang proses terjadinya bencana banjir. Lalu ada materi melukis pohon di atas kertas dengan cetakan daun, yang bertujuan untuk merilis emosi anak-anak penyintas melalui media lukisan. Serta ada aktivitas yang baru disajikan dalam kesempatan kali ini, yaitu adanya materi olahrga gymnastic berupa pengenalan dan latihan dasar olahraga Gymnastic pada para siswa. 

Didampingi oleh profesional di bidang olahraga Gymnastic, memang hal ini menjadi suatu hal kreatif yang baru dari kegiatan dukungan psikososial yang pernah ada. Tim psikososial BSMI mencoba mengkolaborasikan aspek kondisi kesehatan fisik dengan kondisi psikologis penyintas melalui media olahraga gymnastic sebagai medianya. Belum lagi, tentunya menarik perhatian anak-anak penyintas karena menjadi hal baru bagi mereka dan semakin mewarnai keseruan anak-anak. Hal tersebut terbukti dengan antusiasme yang tampak dari wajah-wajah 52 anak penyintas yang mengikuti kegiatan kali ini.