BSMI dan ATB Berikan Pelayanan Kesehatan di Titik Terparah Gempa 6,7 SR Banten

BSMI dan ATB Berikan Pelayanan Kesehatan di Titik Terparah Gempa 6,7 SR Banten

Pasca Gempa M 6,7 pada Jum'at, 14 Januari 2022, beberapa rumah warga dan fasilitas kesehatan di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten mengalami kerusakan berat. Beberapa layanan Kesehatan dipindahkan ke posko kesehatan BPBD dengan lokasi yang aman dari pesisir pantai. 

Melihat kondisi tersebut Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) bergerak menuju lokasi titik terdampak paling parah ini untuk memberikan pelayanan kesehatan (Pelkes) (16/01/2022). 

Pengurus BSMI Pandeglang Rosmalina Dwihastuti mengatakan, pelayanan kesehatan dilaksanakan BSMI kali bersinergi kembali dengan Tim Apoteker Tanggap Bencana (ATB), Tim Kimia Farma, dan Tim Medis Puskesmas Sumur. Dengan menerjunkan armada Mobil Kemanusiaan BSMI,  Ambulance,  dan 3 mobil pribadi pengangkut Tim medis, logistik dan obat-obatan. 

"Menuju lokasi Desa Cisaat, Taman Jaya ini dapat ditempuh kurang lebih sekitar 4 jam perjalanan dari Labuhan, Pandeglang, dengan kondisi medan jalan yang terjal berbatu dan masih rusak di beberapa titik," ungkap relawan yang akrab disapa Kak Ros ini.

Hadir dalam giat tersebut Sekjen BSMI Provinsi Banten Hengky Suryo Winoto dan Tim BSMI Kab. Pandeglang,  Ketua Ikatan Apoteker Indonesia Cabang Banten, Ketua ATB Banten, IDI Pandeglang dan Tim Medis dari Puskesmas Sumur. Turut menghadiri juga beberapa pejabat Desa Tamanjaya, seperti; Kepala Desa, Sekdes dan Ketua RT dari Cisaat dan Paniis.

"Terlihat antusiasme warga yang datang dalam giat tersebut dengan jumlah warga yang hadir melebihi jumlah perkiraan. Sekitar 165 jiwa dengan 15 anak dan 2 orang ibu hamil datang beduyun-duyun memenuhi dengan beberapa keluhan yang mereka alami dan sering dirasakan seperti hipertensi, batuk pilek, gatal - gatal, dan trauma bencana," terang Kak Ros.

Sekretaris Desa Tamanjaya Samsusi menjelaskan, kondisi warga saat ini masih banyak yang trauma. Akibat tsunami 3 tahun yang lalu yang masih membekas, ditambah dengan gempa yang terjadi kemarin. Pada hari Sabtu saha terjadi 5 kali gempa susulan pasca Gempa besar M 6,7. Ini yang membuat warga masih cemas.

"Dalam catatan kami ada 31 rumah mengalami rusak berat,  49 rumah mengalami rusak ringan. Dan di Cisaat ini yang paling parah dan banyak terjadi kerusakan," terang dia. 

Selain pelkes yang dilaksanakan, Tim Gabungan BSMI dan ATB juga menyerahkan bantuan logistik berupa; Alat Penerangan (Emergency) 12 buah, Selimut 3 lusin, Makanan Ringan 72 paket, Air Mineral 12 karton,  Alat Kebersihan, Gayung 3 lusin, Ember hitam 1 lusin, Alat pel 1 lusin, Sapu lidi 1 lusin, Sikat cuci 2 lusin, Tali jemuran 1 pak, Handuk 6 lusin dan Peralatan Mandi 30 Paket.

"Dengan adanya kegiatan tersebut para penyintas sangat terbantu dengan layanan kesehatan dan pengobatan gratis yang dilakukan tim relawan yang datang ke titik lokasi yang terdampak parah," ujarnya.

Sinergi antara BSMI dengan ATB ini terbangun tidak hanya pada saat terjadinya Gempa M 6,7 di Sumur Banten,  namun juga sejak terjadinya tsunami Selat Sunda serta peristiwa banjir bandang di Lebak juga sudah diadakan kerja sama. Bahkan sudah terbentuk MOU dalam hal penanganan bencana dan kemanusiaan.