A-Z Soal Virus Corona Bersama Dokter Spesialis Paru BSMI

A-Z Soal Virus Corona Bersama Dokter Spesialis Paru BSMI

BSMI Sumatera Utara melakukan sosialisasi mengenai virus Corona Covid19 lewat saluran talkshow dunia maya. Kali ini menghadirkan narasumber Ketua BSMI Sumatera Utara dr Nuryunita Nainggolan, Sp.P (K). Pada kesempatan kali ini dokter spesialis paru ini berbincang dengan ditemani host Ihsan Dani Putra, SK.G.

Berikut ini perbincangan mengenai virus corona Covid19

Ketua BSMI Sumatera Utara dr Nuryunita Nainggolan, Sp.P (K)

Apakah sebenarnya virus Corona?

Virus corona itu adalah suatu virus zoonosis, virus yang asalnya dari hewan kemudian menginfeksi manusia. Sejatinya tidak bisa menginfeksi manusia kemudian mengalami perubahan sehingga bisa menginfeksi manusia.

Ini awalnya berasal dari hewan kelelawar, tikus, musang kemudian ada mutasi sehingga bisa ke manusia.

Bedanya sama SARS dan MERS?

Sebenarnya SARS atau MERS atau Covid19 itu satu golongan virus yang cukup besar yakni Coronavirus. Coronavirus sendiri ada beberapa macam yakni Alpha Coronavirus dan Beta Coronavirus. SARS dan MERC masuk ke beta coronavirus namun Covid19 bukan. 

Seberapa bahaya sebenarnya virus corona?

Sebenarnya virus ini menyebarnya cukup cepat. Outbreaknya akhir Desember 2019 sampai sekarang lebih dari 90 ribu orang terconfirm dinyatakan positif menderita Covid19 dan menjangkau lebih dari 77 negara.

Virus Covid19 angka kematian tapi lebih rendah dibandingkan SARS dan MERS. MERS angka kematiannya lebih dari 34 persen sementara SARS yang pernah mengantui dunia sekitar 9,6 persen. Sementara Covid19 sekitar 2 persen. Tetapi penyebarannya Covid19 lebih besar. 

Apa saja Gejala bagi yang terinfeksi Covid19?

Gejalanya memang mirip seperti flu yang kita kenal selama ini. Ada demam, nyeri tenggorokan, ingusan, kemudian sakit kepala kadang diare. Itu gelaja covid19 mirip dengan flu lainnya. Nanti kita membedakannya kalau kita melihat apakah ada riwayat ke negara-negara terjangkit 14 hari lalu atau kontak dengan ornag-orang yang terkonfirmasi positif Covid19

Pada yang demikian harap segera memeriksakan diri ke dokter. Kalau batuk pilek yang tidak tahu dugaannya dam tidak ada riwayat kontak baiknya kita menjaga diri dan menjaga kesehatan.

Covid19 ini cara penularannya bagaimana?

Virus ini menular melalui droplet infection. Itu percikan ketika kita bicara, batuk, bersin kemudian tertawa kuat akan mengeluarkan partikel yang berisi virus. Itu yang akan menularkan kepada orang lain.

Droplet invection tidak terlalu jauh jaraknya ada yang mengatakan 1 meter hingga 1,8 meter. Jadi kalau jaraknya cukup jauh kondisinya lebih aman. 

Lewat cairan tubuh bisa?

Kalau sampai saat ini belum ada bukti yang lebih kuat dari cairan tapi feses bisa.

Cara pencegahan Covid19 ini seperti apa?

Sebenarnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) harusnya sudah kita lakukan sehari-hari. Mau ada yang virus atau tidak ada virus seharusnya PHBS terus kita lakukan. 

Untuk pencegahan kita bisa bersihkan tangan dengan antiseptik dan cara cuci tangan yang benar dengan 7 langkah cuci tangan yang benar. Kalau tidak ada antiseptik gunakan sabun dengan air yang mengalir selama 20 detik. 

Kemudian menjaga makanan yang sehat buah-buahan, sayuran, kurangi junk food, istirahat cukup, tidak merokok dan alkohol.

Siapa sebenarnya yang harus pakai masker?

Sebenarnya dalam situasi saat ini masker harus digunakan secara efektif dan efisien. Jangan juga dengan kelangkaan masker sekarang kita jor-joran, yang sakit justru yang membutuhkan masker.

Jadi yang seharusnya memakai masker itu yang sakit, kemudian petugas medis yang membutuhkan. Kemudian kalau berkunjung ke daerah keramaian apalagi ke daerah yang terangkit covid19 bisa pakai masker.

harusnya dipakai yang sakit, lepada petigas medis yang membtuuhkan, kalau berkunjung du daerah keramaian apalagi ke daerah yang terjangkit bisa pakai masker.

Selain Corona apa sebenarnya ada penyakit lain yang lebih mematikan?

Ya ini pesan ya. Bahwa sebenarnya di Indonesia ada penyakit lain yang cukup mematikan yang sama-sama menular melalui udara atau percikan. Misalnya TBC. TBC ini setiap 1 jam ada 11 orang meninggal dunia. Artinya 90 ribuan lebih meninggal dalam 1 tahun meninggal di Indonesia. Tetapi tidak ada yang heboh.

Kita masih melihat orang yang positif 3 TBC masih menggendong cucunya tanpa masker, masih batuk sembarangan tanpa masker. Ini yang jadi perhatian kita bersama. 

Tapi dengan wabah Covid19 ini, kita jadi beramai-ramai mencuci tangan dan hidup bersih. Mudah-mudahan setelah wabah ini kemudian kebiasaan hidup sehat itu diteruskan sehingga penyakit lain juga berkurang.

Pesan untuk masyarakat terkait wabah virus Corona ini?

Harus tetap tenang tapi waspada menjaga PHBS dan jangan lupa berdoa kepada Allah SWT semoga bangsa Indonesia dilindungi dari wabah penyakit. Menjaga wudhu seharian bisa juga kita terapkan. Membasuh muka dan tangan kita dan menjaga diri kita mudah mudahan dengan air mengalir bisa mengurangi penyakit. 

Sumber: Youtube MantaBSMI