8 Alasan Berkunjung ke Dokter Kandungan di Era Pandemi

8 Alasan Berkunjung ke Dokter Kandungan di Era Pandemi

Oleh dr. Prita Kusumaningsih, Sp.OG

Melihat angka positif Covid19 yang belum juga turun dan berita-berita terkait Slogan  #dirumahsaja, memang ada himbauan untuk para ibu hamil agar menunda kunjungan ke dokter kandungan kecuali untuk hal2 yang benar-benar emergensi.  

Apa kriteria emergensi tersebut? POGI (Persatuan Obstetri Ginekologi Indonesia) yang merupakan organisasi profesi para dokter kandungan memberikan panduan kasus-kasus apa saja yang dianjurkan untuk diperiksakan ke dokter (lihat gambar)

Berikut ini penjelasannya

1.Muntah hebat : mual muntah biasanya dialami oleh ibu hamil muda (trimester 1).  Ini merupakan hal yang normal, dan akan menghilang tatkala kehamilan memasuki trimester 2. Namun pada beberapa kasus terjadi mual dan muntah yang sangat massif sehingga ibu menjadi lemas tidak bertenaga, menolak makanan, muncul tanda dehidrasi, dan bahkan berat badan bisa turun beberapa kilogram. Kondisi ini dinamakan Hiperemesis Gravidarum   

2.Perdarahan : keluar darah lewat jalan lahir pada usia kehamilan berapa pun.  Baik disertai rasa nyeri perut maupun tidak.
    
3.Kontraksi/Nyeri perut hebat : kontraksi yang disertai nyeri hilang timbul teratur padahal usia kehamilan belum cukup bulan atau nyeri perut yang tidak hilang dengan istirahat

4.Pecah ketuban : keluar air dari jalan lahir pada usia kehamilan berapa pun. Air keluar tanpa dapat ditahan baik sedikit maupun banyak

5.Tekanan darah tinggi : bila pada pemeriksaan sebelumnya didapatkan tekanan darah tinggi maka harus lebih waspada karena ini salah satu tanda preeklamsia. Atau seorang ibu yang sudah mempunyai tekanan darah tinggi sejak sebelum hamil, maka ketika hamil ia menjadi lebih berisiko

6.Nyeri kepala hebat : sakit kepala hebat baik disertai tekanan darah tinggi maupun tidak

7.Tidak merasakan gerakan janin : gerakan janin mulai dirasakan oleh ibu pada usia 18-20 minggu. Awalnya berupa kedutan dan masih jarang, namun makin lama makin jelas terasa.  Bila tidak merasakan gerakan janin cobalah makan dan kemudian baring miring ke kiri. Boleh ditambah dengan rangsang bunyi. Bila selama 2 jam tetap tidak merasakan gerakan janin maka segeralah datang ke RS.

8.Kejang: ini sudah kondisi yang sangat gawat.  Si ibu tentu saja tidak sadarkan diri, maka keluarga harus segera membawanya ke rumah sakit. Kejang ini pada umumnya berkaitan dengan tekanan darah tinggi (eklampsia) atau ada riwayat kejang sejak sebelum hamil (epilepsi)

Demikian penjelasan 8 kondisi gawat darurat pada kehamilan.  Tentu saja di lapangan mungkin saja kejadiannya sangat bervariasi.  Pastikan ibu hamil dan keluarga terdekat bisa mengakses layanan daring/hot line dari Rumah Sakit/fasilitas kesehatan sehingga tetap terhubung manakala ada sesuatu yang perlu ditanyakan.