23 Hari Terendam Banjir, BSMI Terjun di Wiayah Terisolir Banjir Bekasi

23 Hari Terendam Banjir, BSMI Terjun di Wiayah Terisolir Banjir Bekasi

Bekasi -- Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) meneruskan aksi kemanusiaan banjir di wilayah Penombo dan Kampung Bagedor Muara Gembong, serta Kobak Ceper Pabayuran Bekasi yang masih terisolir akibat banjir.

Koordinator Relawan Banjir Jabodetabek BSMI Agus Setiawan mengungkapkan wilayah di Muara Gembong sudah 23 hari banjir dan air belum surut hingga, Sabtu (27/2/2021).

Agus menyebut, aktivitas yang dilakukan BSMI adalah evakuasi perahu dan dorongan logikstik (Dorlog). Sebab warga selama lebih dari 20 hari masih belum bisa beraktivitas normal.

"Wilayah ini terisolir dan belum surut bahkan sebelum tanggul Babak Banten Jebol. BSMI menyalurkan paket sembako ke 55 KK terisolir dan 600 paket makan malam ke warga terdampak kerjasama dengan Gerakan Nasi Jumat," papar Agus dalam keterangannya. 

BSMI menerjunkan 15 relawan dari DKI Jakarta, Banten dan Klaten Jawa Tengah yang terdiri dari relawan medis dan relawan rescue. BSMI juga berkolaborasi dengan Kru Orari Depok dan Komunitas Jendela Depok (KJD) Rescue untuk dukungan komunikasi dan perahu karet.

"Tim medis BSMI juga telah melakukan layanan kesehatan kepada 60 jiwa termasuk ibu hamil, lansia dan anak-anak. Dua puluh hari lebih dalam kondisi banjir, warga mulai terserang penyakit seperti gatal-gatal dan penyakit ikutan lainnya," ungkap Agus. 

Agus mengatakan, bantuan hidup dasar dan pelayanan kesehatan masih diperlukan warga. Anak-anak yang berada di tempat aman juga perlu dukungan psikososial.

"Aktivitas psikososial untuk anak-anak juga sudah dimulai oleh relawan BSMI. Kondisi banjir yang belum surut ini membuat kebutuhan pokok sehari-hari warga masih butuh banyak bantuan. Apalagi banjir membuat akses di Muara Gembong terisolir," ungkap Agus.