Rohingya
 
ALT NAME

Mandiri Syariah - Rohingya 2.0

7015.119.537

Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) menyalurkan unit ambulans untuk pengungsi Rohingya bekerjasama dengan NGO lokal Charity Social Bangladeshi Doctors (CSBD).

Bantuan kemanusiaan untuk menolong warga Rohingya di pengungsian Rakhine Myanmar-Bangladesh terus berdatangan. Bantuan berupa alat transportasi ambulans, bahan makanan, pakaian dan logistik untuk warga Rohingya di pengungsian Rakhine State, yakni di daerah Myae Bon dan Darpaing Ywar Haung, didistribusikan oleh langsung oleh BSMI . Dihrapakan dengan bantuan yang diterima oleh warga Rohingya dapat meringankan beban penderitaan yang selama ini dialami oleh mereka. Aksi menolong warga Rohingya itu turut mendapat apresiasi dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Myanmar Irjen Ito Sumardi saat menerima relawan BSMI di kantor KBRI di Yangon.

Menurut ketua rombongan relawan BSMI di Myanmar, Muhammad Rudi, bantuan dari Indonesia melalui BSMI  sangat dibutukan oleh etnis Rohingya setelah diusir oleh militer Myanmar disertai dengan penyiksaan dan penindasan.

Selain Muhammad Rudi, tim relawan BSMI ada yang berangkat ke Myanmar yakni Bambang Dwijanarko dari BSMI Provinsi Bali. Distribusi bantuan BSMI tersebut bekerjasama sama dengan salah satu NGO lokal, yakni Myanmar Resource Foundation (MRF). Hal ini sesuai dengan arahan pihak KBRI di Yangon agar bantuan BSMI ke pengungsian Rakhine mesti berkoordinasi dengan NGO di Myanmar. Bahkan, bantuan Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia tidak bisa diantar langsung ke Rakhine, melainkan bekerja sama dengan ICRC(International Comitte of Red Cross).

Untuk penyaluran bantuan kemanusiaan selanjutnya, BSMI  akan kembali mengirimkan relawan dan bantuan dari Indonesia yang lebih besar ke pengungsian Rohingya di perbatasan Myanmar - Bangladesh. Relawan kemanusiaan yang akan dikirimkan akan lebih banyak dari profesi dokter spesialis, dokter umum, paramedis, ahli gizi dan apoteker. Hal ini karena , selain kebutuhan pokok, para pengungsi juga membutuhkan pelayanan medis akibat buruknya kondisi kesehatan pengungsi Rohingya.

Your browser does not support the canvas element.