BSMI

Warga Dieng Akan Segera Dievakuasi Paksa

(Banjarnegara – BSMI.OR.ID) Warga Dusun Simbar dan Serang, Desa Simbarejo, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah akan dievakuasi paksa mengingat masih banyaknya warga di kedua dusun tersebut yang masih melakukan aktivitas bertani dan tinggal di tempat pemungkiman di sekitar semburan gas beracun tersebut. Padahal sudah diperingatkan oleh petugas Pusat Vulkanologi dan Metigasi bencana Geologi (PVMBG) tentang meningkatnya aktivitas kegempaan dan kadar CO2.

“Kita sedang mencoba membujuk, karena warga di sana agamis, kita memakai tokoh agama. Saya sudah bilang pada petugas di situ untuk memaksa mereka mengungsi daripada nyawa melayang jadi harus dipaksa. Masalahnya mereka tidak mau mengungsi hanya karena menjaga harta bendanya dan lahan pertaniannya,” kata Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Kadir Karding saat dihubungi detikcom usai meninjau Posko Penanggulangan Bencana Alam Kecamatan Batur, Banjarnegara, Kamis (2/6/2011).

Dia menjelaskan, bagi sebagian pengungsi yang sudah menempati tempat-tempat pengungsian ke depannya akan disiapkan terapi psikologi agar mereka tidak lagi trauma dengan apa yang terjadi saat ini.
“Yang paling penting kondisi psikologi bagi warga di pengungsian untuk melakukan terapi psikologi. Karena pengungsi itu kan stres,” ungkapnya

Terkait masalah relokasi bagi para warga di kedua dusun tersebut, Karding menjelaskan jika diperlukan nantinya pemerintah akan mendukung, tapi menunggu hasil kajiannya terlebih dahulu.
“Kita akan kaji kemungkinan-kemungkinan yang baik kalau memang harus ada relokasi pemerintah nanti akan dukung. Tapi tergantung kajiannya dan kita lihat wilayah yang tidak boleh ditempati sama sekali semua tergantung kajiannya,” jelasanya. Menurut dia, nanti kita akan bicarakan dengan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN), bagaimana ke depannya agar tidak ada korban jiwa.

Sementara data di Pos Pengamatan Gunung Api Dieng mencatat masih terjadi gempa pada pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, Kamis (2/6) tercatat dua kali gempa hembusan dengan amplituda maksimum 3-3,5 milimeter dan lama gempa 17 detik. Alat seismograf juga mencatat dua kali gempa vulkanik dalam (VA) dengan amplituda maksimum 12-27 milimeter dengan lama gempa 5-6 detik. Petugas juga mencatat masing-masing terjadi satu kali gempa tektonik lokal (TL) dan gempa tektonik jauh (TJ) dengan lama 62 detik dan 57 detik. (detik.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *