BSMI

Pelatihan Relawan: Manajemen Prinsip Rumah Sakit Dan Lapangan

 

PRINSIP MANAJEMEN&ORGANISASI. Dr Basuki memberikan pencerahan tentang manajemen dan organisasi kepada peserta Latsar Sabtu (22/9) di Jakarta. (Foto: Didu)

BSMI.OR.ID (Jakarta) Sebagai sebuah organisasi kemanusiaan nasional, BSMI tentu memerlukan Manajemen yang baik. Oleh karena itu, dalam rangkaian Pelatihan Dasar (Latsar) Relawan yang diadakan Sabtu, (22/9) 2012, BSMI mengambil tema materi tentang Manajemen.

Materi manajemen ini penting bagi para peserta Latsar yang nantinya akan menjadi relawan BSMI yang berkiprah baik di tingkat daerah, wilayah, maupun nasional serta internasional. Karena selain harus memanajemenkan BSMI sebagai sebuah organisasi kemanusiaan nasional, para relawan BSMI juga harus mampu memanajemenkan situasi bencana agar mampu menanggulanginya dengan baik. Apalagi situasi bencana memerlukan pemikiran cepat dan sistem manajemen yang baik.

Materi tentang dasar-dasar manajemen disampaikan oleh dr Basuki Supartono, SpOT, salah seorang pendiri BSMI dan pernah menjabat sebagai ketua umum BSMI. Dokter yang telah lama berkecimpung dalam dunia keorganisasian dan manajemen ini menyampaikan banyak sekali materi ringkas tentang manajemen. Seperti apa itu manajemen, organisasi, unsur-unsurnya, dan matriks penghubung di antaranya. Menurut beliau, organisasi secara ringkas diartikan sebagai wadah untuk mencapai tujuan, sehingga sifat dari organisasi ini pasif dan perlu manajemen untuk mengaktifkannya agar mampu bergerak. Maka dari itu, sebenarnya perlu sekali untuk menghubungkan unsur-unsur yang terdapat pada organisasi dengan unsur-unsur yang terdapat pada manajemen agar organisasi termanajemenkan dengan baik.

Setelah Penyampaian materi Dasar-dasar Manajemen, para Peserta Latsar juga diberikan materi manajemen yang lebih teknis, yakni tentang manajemen Rumah Sakit Lapangan yang disampaikan oleh Ketua Umum BSMI, Djazuli Ambari, SKM, Msi.

Rumah Sakit Lapangan (RSL) ini merupakan salah satu program BSMI sebagai sebuah lembaga kemanusiaan khususnya dalam bidang medis dalam penanganan bencana yang sering terjadi di negeri ini. RSL dalam situasi bencana pun amat sangat dibutuhkan, mengingat jika terjadi bencana seringkali banyak rumah sakit yang tidak bisa menampung pasien baik karena rusak maupun karena kelebihan kapasitas. Padahal sangat jelas sekali, jika terjadi bencana jumlah pasien yang merupakan korban bencana akan meningkat berkali-kali lipat. RSL ini yang nantinya akan menampung para pasien-pasien yang tak bisa bisa lagi ditangani di rumah sakit yang ada.

Walau RSL sifatnya hanya ada ketika bencana dan lebih ke arah pos kesehatan, RSL yang dibuat oleh BSMI ada dalam waktu tidak hanya beberapa hari, tapi beberapa minggu bahkan beberapa bulan. Dan menurut Djazuli Ambari dalam tesisnya, idealnya RSL didirikan minimal dua bulan dan dengan jumlah tenaga empat ratus orang medis serta non-medis. Menurut beliau juga, jumlah empat ratus orang itu tidak dalam waktu empat bulan dari start hingga finish, tapi merupakan rotasi dalam jangka waktu tersebut.

Para Peserta Latsar yang merupakan calon Relawan BSMI yang juga nantinya akan terjun ke daerah-daerah bencana tentu perlu mendalami lebih lanjut tentang Manajemen RSL ini agar saat di daerah bencana mampu memberikan pelayanan kesehatan bagi para korban bencana dan kemanusiaan.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *