BSMI

Usul BSMI ke Pemerintah: RS Tanpa Kelas

BSMI.OR.ID (Jakarta) BSMI sebagai stakeholder pemberi layanan kesehatan masyarakat memberi masukan kepada Wamenkes RI tentang celah Program Jaminan Kesehatan yang marak di terapkan di daerah-daerah.

Pada Kamis (29/12) dalam suasana hangat bersama Prof Dr Ali Ghufron,PhD BSMI menjelaskan hadirnya RSU BSMI di Aceh 2005 pasca tsunami memberi effort kepada masyarakat dan usaha pelayanan kesehatan bersinergi mensukseskan pembangunan kesehatan di Aceh. Adanya Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) memiliki dampak pelayanan yang diberikan oleh RS-RS Swasta.

Seluruh warga yang mendapatkan Jaminan Kesehatan dan berobat gratis di RS yang ditunjuk, memanfaatkan Layanan tersebut namun tetap membayar uang lebih untuk mendapat fasilitas kelas pelayanan yang lebih tinggi yang sejatinya mendapat kartu Jamkes adalah masyarakat tidak mengeluarkan biaya. ” kami mengusulkan RS yang ditunjuk Jamkes tidak ada kelas-kelas layanan, karena pengalaman kami warga yang mampu membayar lebih, bisa pindah naik ke VVIP yang seharusnya hanya kelas III” ujar Dr Basuki, sebagai Delegasi BSMI sat beraudiensi.

Wamenkes mengamini bahwa adanya Jamkes adalah masyarakat seharusnya gratis, adanya kejadian tersebut tujuan Jamkes menjadi kurang efektif. ” Saya sering menyampaikan kepada umum, cost sharing memang perlu ditekankan, sehingga tidak ada  penyalahgunaan yang berimbas kepada kerugian satu pihak, kejadian ini sama seperti di Malaysia dan negara lain yang perlu pembenahan jaminan kesehatannya”  pungkas Prof Ghufron. BSMI berharap usulan tersebut menjadi perhatian disaat penerapan BPJS belum efektif berjalan. (Dul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *