BSMI

Tempat Pengungsian Bocor, Anak-anak Gembira Ikuti Trauma Healing

  (Kediri) Setelah tiga hari Gunung Kelud meletus, para warga korban erupsi di Kediri masih bertahan di posko pengungsian. Meski kebutuhan pokok telah tersedia dari bantuan yang diterima, di tempat pengungsian, mereka masih belum tenang sebelum status Gunung Kelud sudah dinyatakan aman oleh pemerintah. Akibatnya, kalangan anak-anak pun mengalami kejenuhan karena tidak memiliki arena bermain karena sempitnya tempat pengungsian. Salah satunya di posko pengungsian SMK Brawijaya, Dusun Tegalrejo, Kepung, Kab. Kediri yang lokasinya tidak jauh dengan posko utama yang didirikan oleh pemerintah. Sebanyak 800 jiwa mengungsi di tempat ini, namun dengan fasilitas yang cukup memprihatinkan. Saat hujan mengguyur Kediri dan sekitarnya, beberapa atap sekolah yang dijadikan tempat mengungsi bocor hingga membanjiri lantai di beberapa kelas. Para pengungsi dan anak-anak terpaksa berpindah tempat mencari ruangan yang tidak bocor. Akibatnya, anak-anak pun semakin bersedih atas situasi yang kurang menyenangkan di tempat pengungsian. Oleh karena itu, untuk mengembalikan keceriaan kepada anak-anak, relawan Bulan Sabit Merah Indonesia mengadakan trauma healing, Minggu (16/2) di posko pengungsi SMK Brawijaya, Kepung, Kab Kediri. Kegiatan yang diisi dengan bernyanyi dan bermain ini diikuti secara antusias oleh puluhan anak-anak meski dalam keadaan hujan dan ancaman atap ruangan yang bocor. Bukan hanya memberikan permainan atraktif, relawan yang terdiri dari tenaga psikososial dan dibantu dengan mahasiswa Kediri juga memberikan berbagai hadiah kepada anak-anak. Menurut Humas BSMI Pardian Sulaiman, anak-anak biasnya mengalami tekanan psikologis ketika terjadi bencana alam, apalagi terbatasnya ruangan di pengungsian dan berbagi dengan pengungsi yang lain. “Kami senang melihat anak-anak antusias mengikuti kegiatan ini. Kami berharap kegiatan ini dapat meringankan beban anak-anak dan tentunya bagi orangtuanya pasca bencan,” ujar Sulaiman saat ikut membagikan hadiah kepada anak-anak. Hal yang serupa diungkapkan oleh penanggung jawab posko, Sri yang berasal dari jajaran Dinas Sosial Kab Kediri saat kegiatan berlangsung. Sri memberikan respon postif kepada relawan dari Bulan Sabit Merah Indonesia yang mengadakan acara trauma healing. “Kegiatan ini pastinya sangat dibutuhkan oleh anak-anak, terutama untuk mengembalikan keceriaan mereka setelah Gunung Kelud meletus dan mengeluarkan abu vulkanik yang berbahaya,” ujar Sri. Selain menggelar trauma healing, relawan Bulan Sabit Merah Indonesia juga melakukan berbagai kegiatan lainnya seperti memberikan pelayana kesehatan bagi para pengungsi.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *