BSMI

Talkshow Palestina di Medan

Talkshow Palestina Meriah. Artis Neno Warisman (paling kanan) memimpin jalannya Talkshow Palestina. (foto: BSMI Medan)

(Medan – BSMI.OR.ID) Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) mengadakan Talkshow Beasiswa Palestina di Cambridge City Square Medan Ahad (8/5). Talkshow yang dibuka oleh Neno Warisman (seorang artis/duta Kemanusiaan BSMI) berlangsung sangat meriah yang dihadiri oleh ratusan pengunjung mal. Hadir sebagai pembicara adalah dua dokter Gaza penerima beasiswa dr. Moin Z.R.Al Shurafa, dr.Ameen Atia Alnawajha, Ketua Umum BSMI Muhamad Djazuli Ambari, SKM, M.Si dan sejarawan asal Medan Muhammad Nuh.

Dikesempatan tersebut dr. Moin Z.R.Al Shurafa yang berasal dari Shifa Hospital, Gaza Palestina mengatakan, saat ini kondisi kesehatan di Gaza Palestina saat memprihatinkan, tidak hanya mengenai kebutuhan makanan sehari-hari, tetapi kondisi obat-obatan dan dokter disana sangat memprihatinkan. Disana, tambahnya, banyak warga Gaza yang membutuhkan pengobatan dari dokter-dokter spesialis. Tetapi kondisi kami disana tidak memiliki banyak dokter spesialis sehingga banyak warga yang tidak mendapatkan pelayanann yang maksimal seperti semestinya sehingga banyak yang meninggal dunia, cacat seumur hidup dan sebagainya. Kami bersyukur mendapat kesempatan untuk sekolah di Indonesia atas bantuan Beasiswa Bulan Sabit Merah Indonesia, dan kami akan segera pulang untuk memberikan ilmu yang kamin peroleh.

dr.Ameen Atia Alnawajha yang berasal dari Alnajar Hospital,Rafah Gaza Palestina , mengatakan saya sebagai warga Palestine akan menginformasikan seluas-luasnya kepada seluruh saudara-saudara saya tentang kondisi Palestina. Saya sangat sulit mengatakan keprihatinan kami disana. Untuk berita-berita yang kita saksikan selalu disembunyikan sehingga seolah-olah kondisi di Gaza tidak terjadi apapun, mereka sering menyalahkan gaza dan warga – warganya padahal Palestina lah yang justru ditindas oleh Israel. Sering kami imbuh dr.Ameen sering melakukan operasi terhadapat pasien dilokasi kejadian karena kami tidak punya tempat sehingga sering melakukan operasi di tempat darurat.

Kemudian Muhamad Djazuli Ambari (Ketua BSMI Pusat), menambahkan BSMI akan terus berjuang demi kemanusiaan. Kita ingin menunjukkan bahwa Islam rahmatan lilalamin dan Islam bukan teroris, Kita konsisten dalam bidang kemanusiaan imbuh pak djazuli, kita alhamdulillah telah mendatangkan dua dokter umum dari Gaza Palestina untuk mengambil program dokter spesialis, dan akan segera datang dalam waktu dekat 2 orang siswa asal Gaza Palestina untuk mengambil Program dokter umum di Indonesia tepatmya di Universitas Islam Negeri Syafiatullah, Jakarta.”Kami berharap program ini tidak hanya terhenti disini tetapi bisa berlanjut terus dengan bantuan masyarakat Indonesia, kita mengajak semua LSM untuk berpartisipasi serta seluruh masyarakat Indonesia,” imbuh M. Djazuli.

Dari sisi sejarawan, Muhammad Nuh mengatakan, kondisi di Gaza sudah seharusnya membuat kita begitu peduli, karena kodisi disana sangat memprihatinkan dan itu berlangsung dalam waktu yanmg begitu lama. Menurutnya, ada banyak hal yang membuat kita dekat dengan Palestina, kerena ini kondisi kemanusiaan yang begitu memprihatinkan dan disana banyak tempat-tempat suci dan tempat para nabi.

Sementara itu dihari yang sama, BSMI juga mengadakan lomba mewarnai tingkat SD sekota Medan dan Pengobatan Umum dan GIGi Gratis. (teddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *