BSMI

Seminar dan Pengukuhan Relawan Bencana

Melengkapi trilogi seminar kebencanaan yang telah dimulai BSMI sejak Agustus lalu, seminar bertema ‘Apa dan Bagaimana Peran Media dalam Publikasi Bencana’ akan diselenggarakan pada Sabtu, 12 Januari 2013 mendatang. Bertempat di Ruang Teater Wisma Kemenpora, Jalan Gerbang Pemuda, Senayan Jakarta Pusat. Acara berlangsung dari pukul 09.00 dengan dibuka oleh ketua umum BSMI, Muhammad Djazuli Ambari dan dijadwalkan selesai pada pukul 13.00 WIB. Pada keempatan ini, seminar sosialisasi kebencanaan diteruskan dengan pelantikan 30 relawan LATSAR BSMI 2012 yang telah mendapat pendidikan kerelawanan sejak pertengahan 2012 lalu.

Bertema peran media, seminar sosialisasi kebencanaan ini akan menghadirkan elemen media yang berkompeten. Narasumber pertama berasal dari ANTARA, Diah Kusumawardani Wijayanti, akan berbagi tentang ANTARA sebagai sumber informasi berita di Indonesia dan dengan latar fotografernya narasumber juga akan berbagi tentang pemberitaan foto kebencanaan. Narasumber kedua merupakan penanggung jawab desk News di Indosiar dan SCTV, Nurjaman Mochtar, menjadi pengulas pemberitaan bencana di media elektronik. Narasumber ketiga merupakan asisten redaktur pelaksana Harian Republika, Subroto, akan mengulas pemberitaan kebencanaan di media cetak.

Kolaborasi narasumber ini akan bersama membahas peran media dalam sosialiasi kebencanaan. Pemberitaan bencana oleh media mesti lah tepat menyentuh masyarakat dan menyajikan informasi yang bisa dipertanggungjawabkan. Sejatinya kebencanaan beririsan dengan isu kemanusiaan sedangkan kemanusiaan adalah nilai universal. Sehingga pemberitaan kebencanaan berdampak pada menggiring sisi kemanusiaan masyarakat. Apa dan bagaimana media berperan menyampaikan kebencanaan sekaligus bisa mengedukasi masyarakat adalah fokus seminar ini.

Disamping seminar sosialisasi kebencanaan, pelantikan relawan LATSAR tak kalah penting. Pelantikan ini adalah pengukuhan kesuksesan yang dicapai peserta LATSAR setelah menempuh pendidikan kerelawanan pada 2012 lalu. Selanjutnya diharapkan materi kerelawanan yang telah mereka dapatkan, dapat menjadi bekal saat mereka terjun langsung menjadi relawan di lapangan bencana dan sensitif pada isu-isu kemanusiaan di masyarakat(*/bsmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *