BSMI

RUU KEPALANGMERAHAN : FRAKSI–FRAKSI DUKUNG KEBERADAAN BSMI

RUU Kepalangmerahan  yang saat ini baru saja diupayakan ke Paripurna DPR pasca pemaparan pendapat fraksi dibadan legislatif DPR RI ternyata belum disepakati secara bulat oleh keseluruhan fraksi.

 

Seperti diketahui RUU yang tengah bergulir ini seakan-akan wakil rakyat yang ada di senayan bersukacita bahwa lambang kemanusiaan di Indonesia yang diakui adalah lambang Palang Merah. Ditambah pula penggiringan opini adanya berbagai kepentingan yang hendak “mengkudeta” lambang Palang Merah di Indonesia yang pada dasarnya itu sebuah pengalihan substansi tentang polemik pengaturan lambang dan gerakan kemanusiaan di Indonesia.

 

Lepas dari masalah lambang, untuk RUU yang membahas masalah kemanusiaan dan sosial namun judulnya adalah RUU Kepalangmerahan dan mengkhususkan diri kepada pengaturan oganisasi kepalangmerahan & lambang, maka berarti sudah keluar dari masalah yang substansial yang lebih mendasar yaitu kemanusiaan.

 

RUU ini seolah-olah hanya membahas tentang lambang sebuah organisasi tertentu, yang tentu saja akan mengerdilkan permasalah pada dasarnya sangat global dan mendasar.

 

Menanggapi hal tersebut, tak kurang dari 5 fraksi, yaitu dari partai Hanura, Gerindra, PAN, Demokrat dan PKS  yang menyatakan hendaknya Bulan Sabit Merah Indonesia diakui keberadaannya dengan menyebutkannya di dalam batang tubuh RUU. Secara implisit FPDIP mengusulkan tetap memberi ruang kepada organisasi kemanusiaan lain untuk berkiprah. Bahkan, secara tegas fraksi partai Hanura menyatakan setuju terhadap perubahan RUU Kepalangmerahan menjadi RUU Sosial Kemanusiaan.

 

Pengakuan terhadap Bulan Sabit Merah Indonesia ini sangat senafas dengan kondisi negara Indonesia yang multikultural dan plural dibawah lindungan konstitusi dalam toleransi serta demokrasi, namun perlu juga diketahui bahwa lambang Bulan Sabit Merah  juga lambang netral dan diakui didunia.

 

“Selama ini Bulan Sabit Merah Indonesia juga telah membuktikan keprofesionalan serta kenetralan dalam beraktivitas secara mandiri” .Demikian dinyatakan oleh ketua umum BSMI, Muhammad Djazuli Ambari,SKM,MSi di sela-sela konferensi persa menjelang keberangkatan tim aju BSMI ke Rohingya insya Allah pada sabtu pagi, guna memberikan bantuan medis dan kemanusiaan lain serta melakukan penyembelihan hewan kurban untuk pengungsi Rohingya di Myanmar. (fau)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *