BSMI

Roadshow BSMI di Jawa Timur

 

BERSAMA WARGA JAWA TIMUR. BSMI berpose dengan para murid dan tenaga pengajar di SDIT Al Izzah Batu Malang. (Foto: M. Rudi)

(Jawa Timur – BSMI.OR.ID) Untuk lebih mempererat silaturahmi dengan warga Jawa Timur, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) menggelar roadshow BSMI dari Jumat (8/4) sampai Sabtu (10/4). Roadshow BSMI dimeriahkan oleh kedatangan dokter asal Gaza Palestina yang sedang menempuh kedokteran spesialis di Universitas Indonesia(UI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Diharapkan dengan roadshow ini, akan semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi untuk menyukseskan program beasiswa untuk mahasiswa Palestina.

Tim Roadshow BSMI dipimpin oleh Ketua Umum Muhamad Djazuli Ambari, SKM, M.Si, Sekretaris Jenderal Muhamad Rudi serta dua dokter Gaza Dr. Amin An Najhwa dan Dr. Moin Al Shurafa. Roadshow yang disinggahi antara lain jamaah mesjid Al Falah Surabaya, kantor redaksi Jawa Pos Surabaya, SDIT Al Izzah Batu Malang, jamaah mesjid An Nur Malang dan Pondok Pesantren Al Mashuriyah Bangkalan Madura. Antusias masyarakatSurabaya terbilang cukup tinggi untuk mengikuti acara roadshow ini, begitupun juga masyarakat di Madura yang merupakan tempat terakhir rodshow.

Secara umum, masyarakat Jawa Timur sangat menantikan pemaparan dan testmoni dari dokter Gaza. Pengalaman spiritual mereka selama hidup di Gaza dan kesan tinggal di Indonesia mengundang decak kagum para audiens. Saat ini, Dr. Moin dan Dr. Amin sedang mengkuti program adaptasi dari tempat kuliahnya masing-masing. Selama adaptasi kedua dokter ini akan lebih banyak bersosialisasi dengan warga sekitar dalam menjalankan tugas sebagai SDM medis.

Pada salah satu pemaparannya, Dr. Moin menyinggung masalah yang sedang dihadapi warga Gaza Palestinayang semakin hari semakin selalu terancam dengan serangan demi serangan para tentara Israel. Selain itu, Dr. Amin mengatakan kepada warga Jawa Timur bahwa persoalan di Palestina bukanlah persoalan segelintir umat Islam saja melainkan persoalan bersama umat Islam. Sebab jika satu tubuh muslim yang sakit maka muslim yang lain akan ikut merasakan sakit. Oleh karena itu, setelah para dokter Gaza usai menyelesaikan studi spesialis maka mereka akan segera kembali ke Palestina untuk mengamalkan ilmu yang telah didapat.

Sementara itu, untuk mensosialisasikan program-program kemanusiaan dan sosial BSMI, M. Djazuli dan M. Rudi juga tampil sebagai pembicara. Selain program beasiswa Palestina, BSMI juga memberdayakan kesehatan ibu dan anak (KIA) dengan memfungsikan mobil klinik ke daerah Pantura dan Priangan Timur. Selain itu, BSMI juga memberikan perhatian khusus kepada warga tidak mampu dengan pelayanan kesehatan di klinik Gakin. Program BSMI yang terbaru adalah mensosialisasikan kotak P3K lambang bulan sabit merah kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia. (dian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *