BSMI

RELAWAN BSMI SALURKAN BANTUAN KEMANUSIAAN DI NEPAL

IMG-20150503-WA0036 kcl   (Nepal – BSMI.OR.ID) Sebagai respon atas musibah gempa bumi yang berkekuatan 7,9 skala richter di Nepal, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) memberangkatkan tim kemanusiaan ke Nepal, akhir April lalu. Tim relawan BSMI yang berjumlah 4 orang bertolak dari bandara Soekarno Hatta, Cengkareng pukul 11.45 WIB dan tiba di Kathmandu pukul 21.30 waktu Nepal. Di Nepal, tim relawan memberikan bantuan kemanusiaan diantaranya pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan kepada pasien korban gempa bumi. Tim relawan kemanusiaan BSMI ke Nepal terdiri dari Muhamad Rudi (ketua rombongan/relawan asisten medis), Dr. dr. Aris Prasetyo, M.Kes (relawan medis), Riga Daniswara dan Ibnu Hadi (relawan logistik dan humas) selama dua pekan. Sedangkan bantuan yang dibawa berupa bantuan obat-obatan yang beratnya lebih dari 500 kg senilai Rp 250 juta. Di lokasi bencana, tim relawan berkoordinasi dengan pejabat pemerintahan setempat, KBRI dan rumah sakit setempat untuk memberikan bantuan medis. Sempat tertahan dua hari di Kuala Lumpur akibat pembatalan penerbangan ke Kathamndu, tim kemanusiaan BSMI langsung memberikan bantuan medis kepada pengungsi gempa Nepal setibanya di Kathmandu. Pemeriksaan medis kepada 500 orang pengungsi yang tinggal di tenda-tenda darurat wilayah Bakhdapur Dirdar Square sangat dibutuhkan karena keterbatasan petugas medis. Bantuan obat-obatan dan alat kesehatan juga akan segera disalurkan kepada rumah sakit setempat yang kekurangan obat-obatan. Bantuan medis ke Bakhdapur, 20 km dari Kathamndu, merupakan hasil dari koordinasi dengan pejabat pemerintahan setempat, KBRI dan BNPB Indonesia yang berada di Nepal. Dalam pelayanan medis kepada pengungsi Nepal, sebanyak 3 relawan lokal turut membantu sehingga memudahkan mengobati pasien. Penyakit yang terbanyak diperiksa oleh relawan yaitu ISPA, rawat luka, dermatitis, gastritis, rheumatoid, penyakit kulit dan diare. Sebagian besar pengungsi lansia dan anak-anak mengalami trauma akibat gempa di Bakhdapur, yang merupakan wilayah ketiga terparah dampak gempa 7,9 skala richter. Di tenda pengungsian, warga Nepal masih membuthkan bantuan berupa pelayanan kesehatan, air bersih, bahan pangan dan dapur umum. [] Editor: Dian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *