BSMI

Praktikum Baksos LATSAR 2012

Social Activity Practicum LATSAR 2012

SIBUK. Relawan BSMI sibuk melayani warga yg menjadi pasien di Ds Lumbung 17/11 Kab Ciamis (Foto: Ren)

Hasil Kegiatan

Peserta Latsar (Pelatihan Dasar) Relawan Bulan Sabit Merah Indonesia atau disingkat BSMI tahun 2012 menyelenggarakan bakti sosial bagi ratusan warga kecamatan lumbung. Baksos ini merupakan bentuk praktek lapangan dan menjadi rangkaian akhir Latsar yang hingga bulan ini genap berlangsung enam bulan. Baksos terlaksana di dua desa, yakni desa Lumbung dan desa Sadewata kecamatan Lumbung kabupaten Ciamis. Baksos ini dilaksanakan atas kerjasama antara BSMI Pusat dengan BSMI cabang Ciamis. Baksos terselenggara meliputi pengobatan umum, pemeriksaan kesehatan bagi ibu dan anak (termasuk di dalamnya pemeriksaan USG bagi ibu hamil), serta penyuluhan kesehatan. Masyarakat  antusias terhadap pelaksanaan baksos ini, hingga pukul dua siang tercatat pasien yang ditangani tim medis BSMI sebanyak 209 pasien, yang terdiri dari 172 pasien pengobatan umum, 3 pasien balita, 34 pasien Ibu hamil.

Selain di halaman SMAN 1 Lumbung, kegiatan baksos juga dilaksanakan secara bersamaan di Desa Sadewata yang letaknya sekitar tujuh kilometer dari kecamatan lumbung yang mencakup lima dusun yaitu dusun Kareo, Dusun Babakan, Dusun Ciledug, Dusun Desa, dan Dusun Ciheleut. Menurut warga, selama ini baru BSMI yang mengadakan kegiatan baksos di daerah mereka. Warga cukup antusias karena hanya puskesmas yang dapat melayani kesehatan warga di desa tersebut.

Praktek kerja lapangan berupa bakti sosial ini adalah inisiasi pengurus BSMI pusat bagi peserta Latsar untuk mengetahui medan penanggulangan bencana. Oleh karena itu, selain bakti sosial, praktek lain yang dilakukan oleh peserta Latsar meliputi pendirian tenda darurat hingga pertanggungjawaban relawan dalam simulasi turun saat penanggulangan bencana. Dengan pembagian unit-unit, baksos kali ini diharapkan menjadi simulasi kecil yang penanganan terhadap bencananya mampu menyeluruh. Karena, unit-unit terbagi menjadi unit umum, humas, penyuluhan, administrasi, dapur umum, dan dokumentasi. Dengan pembagian dan macam kerja yang beragam, relawan – relawan latsar dituntut untuk bisa memiliki kemampuan yang beragam tetapi saling mengimbangi dan berkesinambungan saat penanggulangan bencana riilnya.

Proses Pelaksanaan

Kegiatan bakti sosial ini terdiri dari penyuluhan kesehatan, pengobatan gratis, pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita dan periksa USG bagi ibu-ibu hamil. Penyuluhan kesehatan dilakukan di dua tempat berbeda, yaitu di desa lumbung dan desa sadewata. Materi yang diberikan tentang ASI ekslusif  yang diisi oleh peserta latsar. Peserta penyuluhan berasal dari berbagai kalangan, di antaranya ibu hamil dan lansia. Peserta merupakan oleh para pasien yang mengantri untuk pengobatan gratis. Jumlah peserta kegiatan penyuluhan berjumlah total 100 orang, 80 orang berasal dari desa lumbung dan 20 orang dari desa sadewata.

Setelah penyuluhan, rangkaian baksos dilanjutkan dengan kegiatan pemberian makanan tambahan (PMT), USG bagi ibu hamil dan pengobatan gratis,. PMT berupa bubur kacang hijau diberikan kepada  50 orang balita dari desa Lumbung. Pasien USG berjumlah 34 orang. Kegiatan USG dilakukan di mobil klinik Kesehatan Ibu & Anak (KIA) Indosat yang ada di lokasi baksos, desa lumbung. Terdapat satu orang pasien USG yang berasal dari desa Lumbung yang mengandung bayi kembar.

Pada kegiatan pengobatan gratis, tim medis terbagi menjadi 2 tim. Tim 1 berada di desa Lumbung sedangkan tim 2 berada di desa Sadewata. Tim medis pertama  yang berada di desa Lumbung terdiri dari dua dokter, seorang bidan, seorang perawat, relawan BSMR yang membantu di bagian obat serta  registrasi peserta. Dari pelayanan yang dimulai dari pukul 09.15 dan berakhir pada pukul 15.00 tercatat terdapat 136 orang yang mendapatkan pelayanan kesehatan umum. Keseluruhan pasien ini terdiri dari sebagian besar orang dengan lanjut usia, ibu hamil, dewasa dan anak-anak. Penyakit terbanyak adalah hipertensi, ISPA, gastritis dan dermatitis lebih mendominasi pada pasien dewasa.

Tim 2 sendiri mengadakan kegiatan kesehatan di aula balai desa, tim 2 menangani 73 pasien yang terdiri dari anak-anak, ibu hamil, dan lansia dengan penyakit yang bervariasi, yakni penyakit pernapasan (asma sebanyak 6 orang dan bronchitis sebanyak 1 orang)m, Myalgia sebanyak 10 orang, Rematoid Arthtritis sebanyak 6 orang, alergi, gastritis, Limfadenitis. Pasien anak-anak di desa Sadewata, lebih cenderung mempunyai masalah kulit (Dermatitis) yakni sebanyak 5 orang, untuk lansia lebih cenderung mengalami masalah kesehatan hipertensi yakni sebanyak 17 orang, sedangkan ibu hamil cenderung mengalami rasa lemah. Teknis bakti sosial kesehatan di desa Sadewata, dimana pasien yang akan memeriksakan kesehatannya, sebelumnya sudah di data oleh salah seorang penduduk desa Sadewata, sehingga saat tim 2 sampai di desa, kami tidak menangani lagi untuk registrasi pendaftaran pasien. Di desa Sadewata, terdapat 3 tim medis dari BSMI Ciamis, yang terdiri dari 1 dokter dan 2 perawat. Cluster medis tim 2, lebih dominan berkontribusi di registrasi obat dan penyediaan obat. Cluster medis tim 2, walaupun hanya sendiri, tetapi dibantu juga oleh cluster lainnya seperti humas, dokumentasi, dan umum. Untuk ketersediaan obat, tidak terdapat masalah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *