BSMI

PENGUNGSI ROHINGYA TERDAMPAR DI ACEH

 

Imigran suku Rohingya dari Myanmar yang terdampar dibantu nelayan Aceh di perairan Desa Simpang Tiga, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Aceh, Rabu (20/5). Sebanyak 400 Imigran itu terdampar dan ditemukan nelayan Aceh sekitar 26 mil dari pesisir pantai Desa Simpang Tiga. (ANTARA FOTO/Syifa/Irp/Rei/Spt/15)

Imigran suku Rohingya dari Myanmar yang terdampar dibantu nelayan Aceh di perairan Desa Simpang Tiga, Kecamatan Julok, Aceh Timur, Aceh, Rabu (20/5). Sebanyak 400 Imigran itu terdampar dan ditemukan nelayan Aceh sekitar 26 mil dari pesisir pantai Desa Simpang Tiga.
(ANTARA FOTO/Syifa/Irp/Rei/Spt/15)

(Aceh – BSMI.OR.ID) Nasib muslim Rohingya terus ditimpa penderitaan. Sebanyak empat kapal yang mengangkat 500 orang Rohingya terdampar di perairan Aceh Utara, (10/5). Keempat kapal yang sejatinya menuju Malaysia itu terdampar di pantai Aceh Utara yang penumpangnya berasal dari Bangladesh dan Myanmar. Tidak ada yang dilaporkan meninggal atau cedera saat ditemukan oleh nelayan setempat.

Saat itu Kabidhumas Polda Aceh, AKBP Teuku Saladin, mengatakan penumpang kapal didata oleh pihak imigrasi dan kepolisian di Polres Aceh Utara setelah bersandar di Aceh.

“Namun, karena jumlah mereka banyak, mereka dievakuasi ke Gedung Olah Raga Lhoksukon di Aceh Utara,” ujar Kabidhumas Polda Aceh, AKBP Teuku Saladin dari berbagai sumber media massa.

Menurut Darsa, komandan regu pencarian dan penyelamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, empat kapal yang mengangkut ratusan orang Rohingya itu menyuruh mereka untuk menceburkan diri ke laut dan berenang hingga ke tepian pantai.

“Awak kapal memberitahu bahwa mereka telah mencapai perairan Malaysia sehingga mereka harus berenang ke pantai. Jarak dari titik mereka disuruh terjun ke laut hingga ke pantai mencapai sekitar 1.800 meter,” kata Darsa, yang memperoleh pengakuan dari seorang warga Rohingya yang bisa berbahasa Melayu.

Berdasarkan pemantauan lembaga Arakan Project, yang khusus memonitor pergerakan kaum Rohingya selama lebih dari sedekade, ada sekitar 7.000 hingga 8.000 orang Rohingya yang berada di kapal-kapal di Selat Malaka. Mereka menunggu saat yang tepat untuk merapat ke Malaysia atau Indonesia guna mencari penghidupan yang lebih layak.

Organisasi Migrasi Internasional, IOM, mengatakan ribuan pengungsi dari Bangladesh dan Myanmar terdampar di laut lepas pantai Thailand. Juru bicara IOM mengatakan operasi penggrebekan baru-baru ini di Thailand atas pendatang suku Rohingya membuat banyak penyelundup manusia yang tidak ingin mendaratkan mereka. Oleh karena itu sekitar 8.000 pengungsi dibiarkan menjadi terapung-apung di laut.

Polisi Malaysia mengatakan lebih dari 1.000 pengungsi mendarat di Pulau Langkawi, Senin (11/05). Hingga akhir November 2014, terdapat 40.070 pengungsi Rohingya yang terdaftar di UNHCR di Malaysia. Adapun di Indonesia terdapat 739 pengungsi Rohingya dari Myanmar hingga akhir Februari 2015. []

Sumber Berita: Dari berbagai sumber

Editor: Dian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *