BSMI

Pemerintahan Jokowi-JK Dinilai Kecolongan Soal Kabut Asap

 

(Jakarta – BSMI.OR.ID) – Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dinilai gagal mengantisipasi kabut asap karena kebakaran hutan dan lahan pada satu tahun kepemimpinannya. Jika benar-benar memperhitungkan dampaknya, mitigasi seharusnya dapat dilakukan sejak dini.

“Penanganan kabut asap dalam konteks pencegahannya terlambat, jadi pemerintah kehilangan momentum mitigasi,” ujar Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Abetnego Tarigan, kepada Kompas.com, Senin (19/10/2015) malam.

Menurut Abetnego, upaya mitigasi seharusnya dapat dilakukan mulai November 2014 hingga Agustus 2015. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membenahi sistem perizinan usaha pengelolaan lahan. Dalam catatan Walhi, sejumlah perusahaan yang melakukan pembakaran hutan tidak memiliki izin resmi. Pemerintah dinilai kurang tanggap terhadap persoalan agraria yang banyak melibatkan mafia lahan.

Sementara itu, permasalahan lainnya mengenai lemahnya penegakan hukum. Menurut Abetnego, jika pemerintah menindak tegas pelaku pembakaran hutan yang tidak bertanggung jawab pada tahun 2014, setidaknya akan ada efek jera bagi pengusaha yang akan mengelola lahan.

“Kasus-kasus 2014 seharusnya bisa memberikan efek jera. Kelemahannya ada di kepolisian dan kejaksaan yang kurang serius menangani kasus pembakaran hutan,” kata dia.

Selain itu, kegagalan pemerintah mengantisipasi kebakaran hutan dinilai karena terhambatnya birokrasi kementerian di awal transisi pemerintahan. Seharusnya, pemerintah sejak awal dapat mengeluarkan regulasi mengenai tata kelola lahan.

Meski demikian, Walhi menilai, pemerintah sebenarnya memiliki niat untuk perbaikan masalah kebakaran hutan, seperti rehabilitasi lahan gambut dan penanganan pasca kebakaran hutan. Namun, hal itu dinilai tidak cukup tanpa upaya mitigasi yang serius.

“Memang ada upaya untuk perbaikan, tetapi akar masalah itulah yang harus dicari solusinya,” kata Abetnego. []

 

Sumber Berita: Kompas.com

Editor: Dian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *