BSMI

Berpartisipasi dalam Global March to Jerusalem

SIAP GABUNG GMJ. Ketum BSMI Djazuli Ambari, MSi diapit pembina BSMI dr Basuki dan Mahasiswa asal Palestina dalam konferensi Pers di Jakarta (21/3. (Foto: Dian)

(JAKARTA) Dalam upaya mendukung kemerdekaan Palestina, Tim Kemanusiaan BSMI akan bertolak ke Jordania untuk menembus perbatasan Palestina di Jarussalem. Tim BSMI akan bergabung dengan dengan Global March to Jarussalem (GMJ) dari 21 negara di seluruh dunia yang berpusat di Jordania dan kemudian akan berupaya memasuki Jarussalem, wilayah Palestina yang berbatasan langsung dengan Jordania.

Menurut Pembina BSMI Dr. Basuki Supartono, SpOT, FICS, MARS, saat jumpa pers di Kantor Pusat BSMI, Rabu (21/3), tim BSMI yang terdiri dari Muhamad Djazuli Ambari, SKM, M.Si (Ketua Umum BSMI) dan DR. Khoiron, Lc akan berangkat ke Jordania melalui bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Selasa, (26/3). Diharapkan dengan pengiriman relawan BSMI ke Palestina dapat mendongkrak semangat rakyat Palestina bahwa masyarakat dari belahan dunia mendukung kedaulatan negara Palestina.

Selain itu, masih menurut Dr. Basuki, BSMI juga memaparkan perkembangan program bantuan rakyat Palestina dengan memberikan beasiswa kedokteran. BSMI telah memberikan beasiswa kedokteran speasialis dan kedokteran umum kepada mahasiwa Palestina asal Gaza yakni Dr. Amin Al Nawhja, Dr. Moin Al Shurafa, Muhammad Shabat dan Abdelrahman Elnweiri. Kini, Dr. Amin Al Nawjha sudah lulus Ujian Kompetensi Kedokteran Indonesia (UKDI) dan sedang mengikuti perkuliahan spesialis saraf di FK UI. “Sedangkan untuk M. Shabat dan Abdelrahman sudah lulus studi bahasa Indonesia dan akan mengikuti perkuliahan kedokteran umum di FKIK UIN Syarif Hidayatullah. Program beasiswa Indonesia untuk Palestina ini akan bersinergi dengan Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas RI) dalam pembiayaan kuliah kedokteran bagi mahasiswa Palestina yang kuliah di FK UI, FK UGM dan FKIK UIN,” lanjut Dr. Basuki.

Dalam waktu dekat, Tim kemanusiaan BSMI akan berupaya kembali ke Jalur Gaza Palestina untuk menjemput sejumlah mahasiswa Palestina yang akan kuliah di Indonesia. Sebelumnya di tahun 2010, BSMI telah menjemput empat oarang mahasiswa Palestina melalui perbatasan Rafah Mesir. Setelah menjemput mahasiswa Palestina, BSMI juga akan memberikan bantuan alat medis dan pelatihan perawatan luka di sejumlah RS di Kota Gaza.

Ketika ditanya oleh para wartawan tentang bantuan kemanusiaan dalam negeri, Dr. Basuki mengatakan bahwa BSMI juga akan menggelar Operasi Bibir Sumbing untuk 200 pasien di empat kota yakni di Aceh, Jakarta, Klaten (DIY) dan NTT/NTB. “Pelaksanaan operasi bagi penderita bibir sumbing ini merupakan bentuk kepedulian BSMI kepada masyarakat Indonesia untuk mengurangi beban hidup rakyat Indonesia. Operasi bibir sumbing ini akan dimulai pada April 2012 sampai dengan akhir tahun 2012,” tegas Dr. Basuki. (bsmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *