BSMI

Munas BSMI: Konsolidasi Gerakan Pelayanan Kemanusiaan

 

(Yogyakarta) Selain menyikapi UU SJSN dan RUU BPJS, Munas dan Mukernas BSMI di yogyakarta juga menjadi ajang konsolidasi internal lembaga tersebut untuk lebih menguatkan diri dalam pelayanan kemanisiaan di indonesia dan di dunia. Menurut ketua dewan pembina BSMI, Basuki Supertono, di era global ini di butuhkan keseimbangan antara peran pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Ketua umum BSMI, Muhammad Djazuli Ambari menyatakan, peran BSMI selama ini sudah banyak meringankan beban masyarakat. BSMI hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan dan sosial bagi korban tsunami aceh, gempa di Sumatera Barat, di Yogyakarta, bahkan konflik dijalur Gaza, Palestina, serta Baghdad, Irak.

“Kita benar-benar serius dalam masalah kemanusiaan ini. Meski selama ini kita swadaya dan tidak menggunakan dana APBN, tetapi layanan kemanusiaan kami lakukan secara optimal, “terangnya”.

Menurutnya, BSMI hampir tidak terkendala dalam menjalankan misi kemanusiaan meski dalam dana terbatas. Kendala yang cukup krusial, menurutnya, hanya masalah transportasi untuk mencapai pulau-pulau terpencil di Indonesia.

Terkait pendanaan ini, kata Djazuli, prihatin juga mendirikan lembaga ZISKES (Zakat Infak dan Shadaqoh untuk kesehatan). Lembaga ini baru berdiri di Jakarta dan Surabaya. Melalui lembaga ini, pihaknya mengumpulkan dana ZIS untuk layanan kesehatan bagi warga miskin.

Dikatakan, potensi ZIZ di Indonesia sangat besar, bahkan berdasarkan data BAZNAS mencapai Rp 6 triliun per tahun. Potensi ZIS ini, selama ini lebih banyak digunakan untuk beberapa kegiatan non kesehatan. Karenanya dengan ZISKES tadi, diharapkan potensi tersebut bisa dioptimalkan untuk layanan kesehatan masyarakat.

Bendahara umum BSMI, Prita Kusuma ningsih memaparkan, selain mendirikan ZISKES pihaknya saat ini juga telah membentuk layanan kesehatan bagi ibu dan anak melalui mobil KIA keliling. Progran yang dilakukan bersama perusahaan operator telepon seluler ini telah memasuki tahun ketiga.

Sementara itu, BSMI juga memberikan bantuan beasiswa pendidikan kepada rakyat Palestina dengan membangun SDM medis, bukan pembangunan fisik semata. Kini, ada dua dokter Palestina asal Gaza yang sedang melanjutkan studi spesialis di UI dan UGM. Selanjutnya agustus mendatang, akan ada dua orang lulusan setingkat SMA yang akan sekolah kedokteran di Indonesia dengan program beasiswa BSMI. (Koran-Republika)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *