BSMI

Mukernas Ke-6 BSMI Dibuka Di Cirebon

  (Cirebon) – BSMI.OR.ID Untuk lebih memperkokoh eksistensi ke masyarakat luas, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-6 di Hotel Grage, Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat-Ahad (6-8/6). Mukernas ini dihadiri oleh lebih ratusan delegasi dari seluruh pengurus cabang dan para relawan yang tersebar dari Aceh hingga Papua. Di dalam acara Pembukaan Mukernasyang dipandu oleh duta kemanusiaan BSMI Hj. Neno Warisman, BSMI memberikan apresiasi kepada para relawan yang mencurahkan jiwa raganya untuk memajukan pembangunan bangssa dalam bidang sosial-kemanusiaan. Selain itu, mitra-mitra kerja dari media massa dan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang senantiasa bekerjasama pada setiap program pelayanan kepada masyarakat terutama dalam tanggap darurat, penanggulangan bencana dan kesehatan ibu dan anak (KIA), dan baik dalam negeri mapun mancanegara. Pembukaan Mukernas di Cirebon secara resmi dibuka oleh Kementrian Koordinator Kesejahteraan Sosial RI yang diwakili Asisten Deputi 3 Kemenkokesra yang ditandai dengan pemukulan gong. Sedangkan Walikota Kota Cirebon Ano Sutrisno turut memberikan selamat kepada BSMI yang mengadakan Mukernas di Cirebon. Dalam sambutannya, Ano berterima kasih karena BSMI memilih Kota Cirebon sebagai tempat mukernas. Dia menyatakan, hal itu merupakan kebanggan bagi warga Kota Cirebon. ”Semoga mukernas ini benar-benar dapat menghasilkan keputusan strategis dan kedepannya BSMI menjadi mitra bagi Pemkot Cirebon, terutama dalam menangani masalah sosial,” harap Ano. Hadir dalam acara tersebut, Ketua Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) Dr.dr Basuki Supartono, SpOT, FICS, MARS, Ketua Umum BSMI, Muhammad Djazuli Ambari, SKM, M.Si dan unsur dari Kemenkokesra RI, Kemenkes RI dan jajaran dari pemkot Cirebon. Bertepatan dengan hari jadi pada 8 Juni 2014, BSMI juga menggelar acara syukuran dengan memotong tumpeng dihadapan para peserta Mukernas. Pemotongan tumpeng dilaksanakan dengan memberikan potongan nasi tumpeng dari Ketum M. Djazuli Ambari kepada Pembina DR. Basuki S. Melalui berbagai  program sosial dan kemanusiaan BSMI, para relawan di seluruh penjuru tanah air terus beraktifitas untuk membantu permasalahan-permasalahan kemanusiaan. Para relawan juga senantiasa berkorban waktu, tenaga dan materi untuk menebarkan gerakan kemanusiaan BSMI diberbagai kawasan nusantara dan luar negeri. Sejumlah program-program BSMI terus meraih dukungan dari lapisan masyarakat Indonesia. Untuk bantuan luar negeri, program beasiswa pendidikanmasih terus berlangsung dengan menyekolahkan pelajar asal Palestinauntuk melanjutkan studi kedokteran umum, kedokteran spesialis dan sipil di Indonesia. Di dalam negeri, BSMI mengirim relawan untuk membantu warga Papua, tepatnya di Wamena, Kabupaten Jayawijaya baru-baru ini. Sejumlah program sosial seperti pengobatan umum, seminar kesehatan, penyaluran buku-buku pengetahuan dan makanan tambahan telah dirasakan manfaatnya oleh warga Papua. Sebelum acara Pembukaan Mukernas, BSMI telah mengadakan baksos pengobatan umum, khitanan massal dan operasi katarak gratis bagi warga tidak mampu yang dilaksanakn di Jakarta dan Cirebon. Pada pelaksanaan operasi katarak di RSIA Jakarta Islamic Hospital Jakarta, BSMI bekerjasama dengan Zurich Asuransi. Sedangkan pelaksanaan operasi katarak di RS Pelabuhan Cirebon, BSMI bekerjsama dengan BNI Syariah. Selain itu, rangkaian Mukernas juga menggelar bedah buku “Merajut Luka Gaza” yang sebagai nara sumber dr. Prita Kusumaningsih, SpOGyang menceritakan tentang sisi kemanusiaan warga Gaza dalam mempertahankan kehidupan ditengah-tengah embargo dari militer Israel. Seminar mengenai perkembangan dengan pemberlakuan Jaminan Kesehatan Nasional – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial juga menyemarakkan Mukernas BSMI di Cirebon. Hadir sebagai pembicara diantaranya Kepala Grup Kepesertaan BPJS Dr. Budi Muhammad Arif, Staf Wamenkes Dr. Kamaruzzaman, Pengurus Harian YLKI Huzna Gestia Zahir dan Zuber Safawi dari anggota Komisi 8 DPR RI. Tema seminar yakni “Efektifitas BPJS, Kemarin, Hari Ini dan Esok” telah memberikan pemahaman kepada para peserta seinar bahwa pemberlakuan BPJS yang baru seumur jagung jangan pula dipandang negatif jika masih ada kekuarangan dalam penyelenggaraan di masyarakat. Menurut Dr. Budi dari BPJS, hendaklah masyarakat juga membantu dengan berbagai kegiatan promotif dan pengaduan jika melihat kekurangan BPJS di tengah-tengah masyarakat[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *