BSMI

Bantuan medis untuk Pengungsi di Sembalun, Lombok Timur

LAYANAN KSEHATAN. Relawan BSMI memberikan pemeriksaan kesehatan kepada pengungsi dan warga banjir bandang di Sembalun, Lombok Timur (17/3). (foto: Bsmi Mtrm)

BSMI.OR.ID , (Mataram) Dalam rangka melaksanakan tugas kemanusiaannya, pada hari Sabtu 17 Maret 2012 turun ke lokasi banjir bandang yang menimpa 4 desa di kecamatan Sembalun, Lombok Timur pada Jum’at pagi pukul 09.00, 16 Maret 2012.

BSMI Mataram menjadi relawan team medis pertama yang tiba dan satu-satunya yang ada di lokasi pada saat itu, dan berhubung stok obat-obatan di pustu maupun puskesmas setempat sudah kehabisan, maka BSMI Mataram pun memutuskan untuk menginap di lokasi, sampai team medis lainnya tiba untuk menggantikan BSMI Mataram. Dan permintaan untuk agar BSMI Tetap tinggagl di lokasi itu juga merupakan permintaan dari Bupati Lombok Timur melalui Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur

Dalam aksi ini, BSMI Mataram menurunkan 17 relawan yang terdiri dari 2 orang dokter dan 15 relawan team medis lainnya. Di lokasi, BSMI melayani total 1039 (Seribu Tiga Puluh Sembilan) orang pasien yang terdiri dari para pengungsi dan juga masyarakat setempat yang banyak mengalami sakit setelah 11 hari didera hujan lebat serta angin kencang yang menyebabkan musibah banjir bandang di hampir keseluruhan dari desa-desa yang berada di dalam wilayah Sembalun.

BSMI Mataram membuka posko pelayanan pengobatan dan kesehatan gratis di 3 lokasi berbeda selama 2 hari.  Pada hari pertama, BSMI Mataram membuka posko di 2 tempat, yaitu di Puskesmas Pembantu Sembalun Lawang, dengan melibatkan 1 orang dokter dan 7 tenaga medis lainnya melayani 280 pasien, dari jam 13.00 sampai pukul 17.00 sore.

Seusai melayani para pengungsi di Puskesmas pembantu (Pustu), para relawan team medis yang ada di lokasi tersebut melanjutkan pelayan kesehatan dengan membantu para team relawan yang ada di posko Kantor Desa Sembalun Lawang).

Pustu tersebut juga merupakan posko pengungsian bagi sejumlah 268 jiwa penduduk dusun Mentagi, Desa Sembalun Lawang, yang paling parah terkena banjir bandang.

Di Pustu tersebut juga ada 3 orang pasien yang di rawat intensif di sebabkan mengalami sakit dengan kondisi yang cukup berat sehingga perlu di infus dan di beri ruang tersendiri untuk perawatannya. Kemudian untuk Posko pelayanan kesehatan ke-2, menggunakan Kandor Desa Persiapan Sembalun Lawang. Di tempat ini, BSMI Mataram menurunkan 1 dokter dan 8 team medis lainnya untuk melayani 503 orang pasien dari pukul 13.00 siang hingga pukul 20.00 malam.

(Para relawan team medis di posko ini mendapat bantuan satu tenaga dokter juga dari BSMI Lombok Timur)

Posko ke-3, di buka untuk pelayanan kesehatan bagi para pengungsi di hari ke-2. Di pusatkan di gudang salah satu warga Desa Sembalun Lawang. 254 orang pasien terlayani dengan baik sejak pukul 07.00 pagi hingga pukul 11.00 siang dengan melibatkan 14 tenaga medis yang turut menginap di lokasi _ terdiri dari 2 orang dokter dan 12 relawan medis lainnya.

Menjelang siang, BSMI Mataram ___ dengan berat hati harus meminta kesabaran para pasien yang masih banyak berdatangan, untuk mendapat pelayanan kesehatan dari team medis lain yang akan datang berikutnya, di sebabkan stok obat-obatan yang dibawa BSMI Mataram sudah menipis dan di khawatirkan tidak bisa memenuhi kebutuhan obat yang semestinya di dapatkan.

Dan akhirnya, Ahad 18 Maret 2012 pukul 11.30 BSMI Mataram pun berpamitan kepada para pengungsi dan masyarakat setempat yang sesungguhnya masih sangat membutuhkan uluran tangan. (BSMI Mtrm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *