BSMI

MANADO SANGAT MEMBUTUHKAN KITA

 

Manado merupakan ibu kota propinsi Maluku utara, sebagai salah satu kota di Indonesia yang yang terkenal dengan potensi ekowisata, diantaranya ; Pulau Bunaken, Pulau Lembe, dan beberapa wisata kuliner yang sangat digemari oleh para wisatawan. Tepatnya kamis, 16 Januari 2014 pukul 10.00 wita, suasana kota Manado yang indah dan penuh dengan keceriaan seketika berubah menjadi suram dimana banjir bandang yang diikuti jutaan kubik Lumpur menggenangi sebagian besar kota Manado, dengan ketinggian air mencapai hingga 3 meter.

Bangunan-bangunan rumah dan fasilitas umum lainnya terendam air, dan tidak sedikit pula rumah yang dilaporkan hanyut terbawa arus air. Data terakhir yang diterima oleh tim relawan TAGANA BSMI Kota Makassar adalah diketahui banjir menimpa 11 Kecamatan dari 18 Kecamatan di kota Manado. Hingga hari ini (21/01/2014) 20 orang dilaporkan meninggal, 2 orang belum ditemukan, rumah hanyut….., dengan kerugian ditaksir mencapai milyaran rupiah

Hari ketiga pasca banjir, tim yang dibentuk oleh BSMI Kota Makassar bergabung dengan tim lainnya baru dapat menyempatkan diri untuk berangkat ke Manado.tim tiba di manado hari sabtu 18 januari 2014.

 

Kondisi Manado disaat kedatangan kami memperlihatkan suasana yang hampir sama dengan kota Wasior papua yang pernah mengalami musibah banjir bandang juga. Sejauh mata memandang hanya genangan lumpur yang tingginya hingga betis dan lutut orang dewasa.bukan hanya itu, tumpukan rongsokan bangunan dan barang-barang rumah tangga juga menghiasi pandangan kami.

Hampir sebagian besar kota manado mengalami kerusakan. Yang terparah adalah di sepanjang bantaran sungai utama kota tersebut. Saat ini memang air sudah surut,karena begitulah banjir bandang, datang sesaat namun menyisakan kerusakan yang luar biasa. Hal ini membuat para korban banjir semakin merasakan duka yang mendalam. Karena bukan hanya Rumah mereka yang hancur berantakan, namun semua akses atau fasilitas umum pun rusak dan tak bisa digunakan.

Para korban hanya terdiam melihat kondisi tempat tinggal mereka, tak ada yang bisa diselamatkan, yang tersisa hanya pakaian dibadan. Demi mendapatkan sesuap nasi dan rasa nyaman, mereka terpaksa menempati tempat2 pengungsian dan sebagian lagi ke rumah sanak saudaranya yang masih aman..beban psikologis sangat terbaca diwajah mereka.

“torang sudah lelah pak, tidak ada yang bisa torang bikin, lumpur dirumah sangat tebal,barang barang kami sudah rusak.sekarang makan saja susah pak”

Melihat kondisi ini,hanya air mata yang sempat melukiskan rasa duka kami terhadap mereka sembari hati ini mengagungkan kebesaran ilahi Rabb semesta Alam. Mereka butuh makanan, air bersih, pakaian, tempat tinggal dan terlebih ketenangan untuk saat ini.

Semua mata telah tertuju melihat keadaan ini, mencoba memberikan secercah harapan kepada mereka, seperti halnya yang bisa kami lakukan saat ini. melalui bantuan donasi sekalian, kami mencoba akan hal itu. 20 dos air mineral dan mie instan coba kami berikan.

Adapun yang bisa kami rencanakan untuk pelaksanaan tanggap darurat ini adalah, melakukan assesment terhadap korban, melakukan evakuasi, pengadaan posko dan menyalurkan bantuan.dan hinga detik ini , tim sementara melakukan pembersihan dan menyalurkan sisa sisa bantuan yang baru tiba.

Manado sangat membutuhkan kita, olehnya itu Kami berharap kita semua bisa berpartisipasi, karena bencana ini telah meninggalkan masalah besar dan kompleks, sedikit yang kita berikan, apapun itu adalah harapan bagi mereka. Semoga dengan itu sedikit demi sedikit beban mereka kita bisa kurangi. Smoga.

Donasi Bencana Nasional

BCA Syariah 001.0806.001 a.n. Bulan Sabit Merah Indonesia

Bank Syariah Mandiri 7015.119.537 a.n. Bulan Sabit Merah Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *