BSMI

Makan Bersama Relawan BSMI dengan Pengungsi Sinabung

  (Karo) – BSMI.OR.ID. Sebagai wujud solidaritas dan kebersamaan dengan para pengungsi korban Erupsi Sinabung, relawan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) ikut makan malam bersama dengan pengungsi di tenda pengungsian Mesjid Istihrar, Berastagi, Karo, Sabtu (22/2). Makan malam bersama ini merupakan rasa terima kasih koordinator posko yang mewakili para 500 pengungsi usai pemotongan seekor sapi untuk dimasak di dapur umum. Selain pemotongan sapi, bantuan yang disalurkan antara lain trauma healing bagi anak-anak pengungsian, dua unit tangki air, pengobatan umum dan penyakit paru serta paket perlengkapan sekolah. Bantuan posko di mesjid Istihrar tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan “Safari Kemanusiaan Peduli Sinabung” yang digagas oleh BSMI sebagai wujud kepedulian kepada Warga Karo yang terkena musibah bencana alam. Menurut Pembina BSMI DR. dr. Basuki Supartono, SpOT saat sambutan kepada warga Karo sebelum makan malam bersama dimulai, penyaluran bantuan ini adalah sebagi rasa empati kepada warga Karo yang saat ini mendapat cobaan dari Sang Khalik. “Semoga dengan bantuan ini bisa dirasakan dan bermanfaat untuk saudara-saudara kami di pengungsian” ujar DR. Basuki di depan ratusan warga Karo. Sementara itu, ribuan warga Karo masih bertahan di sejumlah titik tempat pengungsian karena masih belum menentunya status Gunung Sinabung. Berbagai bantuan kebutuhan pokok yang disalurkan bagi para pengungsi juga terus mengalir dari sejumlah pihak. Tidak terkecuali dari lembaga kemanusiaan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), yang sejak September 2013 lalu, memberikan bantuan medis dan non medis kepada korban bencana di Sinabung, Karo, Sumatera Utara. Sebagai konsistensi kepedulian korban Sinabung, BSMI kembali menyalurkan bantuan selama dua hari, Sabtu-Minggu (22-23/2) yang dipusatkan di posko pengungsi Mesjid Kabanjahe, Mesjid Istihrar, Universitas Karo (UKA), dan Desa Namenteran, Karo, Sumatera Utara. Salah satu tempat penyaluran bantuan yakni di posko pengungsi Mesjid Kabanjahe dihadiri oleh Ibu Gubernur Sumatera, Hj.Sutias Handayani dan Kepala Camat Kabanjahe Drs. Lesta Karo Karo. Pada penyerahan bantuan di Mesjid Kabanjahe, Sabtu (22/2), lebih dari 200 KK mendapat perlengkapan ibadah berupa sajadah dan mukena. Ibu Gubsu Sutias Handayani mengucapkan terima kasih kepada BSMI atas bantuan yang diberikan kepada warga Karo. Ibu Gubsu berharap, bantuan perlengkapan ibadah itu dapat dipergunakan sebaik-baiknya. Mengingat tempat para pengungsi menginap berada di lantai bawah Mesjid Kabanjahe, Karo. “Semoga ibu-ibu semakin rajin ibadahnya dengan pemberian sajadah dan mukena gratis ini,” harap Ibu Gubsu. Hal yang senada diungkapkan oleh Camat Kabanjahe Lesta Karo saat diberikan kesempatan memberikan sambutan mewakili pemerintah setempat. Lesta sangat bersyukur warganya mendapat bantuan agar dapat mengurangi penderitaan dan kesusahan warga Karo sejak meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Sinabung, September 2013 lalu. Untuk memotivasi para pengungsi, Ust. Buchori dari IKADI Karo memberikan ceramah agama agar mereka bisa bertahan mengahadapi musibah dan terus melanjutkan aktivitas sehari-hari. Sedangkan di Desa Namenteran, Kec. Namenteran, yang merupakan daerah radius 5 km dari Gunung Sinabung, bantuan disalurkan kepada warga setempat yang baru saja kembali dari pengungsian. Sebanyak 520 KK mendapatkan paket semabako, pengobatan umum dan paru serta bantuan perbaikan rumah ibadah. Bantuan ini diharapkan sebagai penyambung hidup untuk sementara waktu bagi mereka yang baru kembali dari pengungsian. Bukan hanya di Sinabung, BSMI juga menerjunkan relawan dan bantuan kemanusiaan akibat bencana alam seperti Erupsi Gunung Kelud serta bencana banjir di Jakarta, Jawa Tengah dan Manado. Relawan juga sudah bersiaga menghadapai kemungkinan status awas yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk beberapa gunung berapi di Indonesia untuk membantu para korban bencana.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *