BSMI

Korban Gempa di Tapanuli Utara Dirikan Tenda Darurat

(Medan – BSMI.OR.ID) Korban gempa di Kabupaten Tapanuli Utara kini mendirikan tenda darurat di sekitar rumah mereka yang rusak akibat guncangan gempa. Selasa 14 Juni 2011, pukul 10.01 WIB, gempa berkekuatan 5,5 skala Richter mengguncang Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Pusat gempa yang berada di kedalaman 10 kilometer, merobohkan sedikitnya 200 rumah warga dan empat gedung pendidikan di Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara.

“Yang terparah itu Kecamatan Pahae Jae. Korban luka dan warga yang shock ada 90 orang dan telah dirawat di Posko Kesehatan yang kita dirikan,” ujar Sekretaris Daerah Tarutung, Sanggam Hutagalung, kepada Tempo, Selasa sore.

Selain Kecamatan Pahae Jae, Sanggam menyebutkan guncangan gempa merusakkan sekitar 20 rumah di Kecamatan Simangambat, Tapanuli Utara.  Banyaknya jumlah rumah yang rusak akibat gempa, sebut Sanggam, lantaran material bangunan terdiri dari papan. “Rumah warga mayoritas sebagian batu dan papan, semi permanen gitulah,” sebutnya. Gempa juga merusak empat gedung pendidikan, satu unit sekolah menengah atas, dua gedung sekolah menengah pertama dan satu gedung sekolah dasar. “Tidak ada korban jiwa,” tegasnya.

Gempa juga menyebabkan longsor di jalan lintas menuju dan keluar dari Pahae Jae, berbatasan dengan Kabupaten Tapanuli Selatan. “Sudah dibersihkan dan saat ini sudah bisa dilalui,” kata Sanggam. Malam ini diperkirakan para warga korban gempa akan menginap di depan rumah mereka yang rusak. “Warga mendirikan tenda darurat di depan rumah mereka,” ujar Sanggam.

Hingga Selasa sore, Sanggam mengaku penerangan listrik masih belum berfungsi. “Ini karena adanya infrastruktur PLN yang tumbang,” ujar Sanggam. (TEMPO Interaktif.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *