BSMI

Konsolidasi Relawan BSMI Untuk Pelayanan Masyarakat

Munas dan Mukernas BSMI 22-24 Juli 2011

(Yogyakarta) Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) menggelar Pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Ruang Borobudur, Hotel Saphir, Yogyakarta, Jumat (22/7). Munas kali ini mengusung tema “Konsolidasi Relawan dan Pengokohan Organisasi Menuju Pelayanan yang Lebih Baik kepada Masyarakat”. Acara ini dihadiri oleh jajaran pemerintah, tokoh masyarakat Yogyakarta serta seluruh pengurus cabang yang tersebar dari Aceh sampai ke Papua.

Secara resmi Munas dibuka oleh Kementrian Koordinator Kesejahteraan Rakyat RI beserta Pembina BSMI dr. Basuki Supartono, SpOT, FICS, MARS dan Ketua Umum Muhamad Dzajuli Ambari, SKM, M.Si. Pemerintah melalui Kemko Kesra dalam sambutannya, mendukung setiap kegiatan dan program-program yang dikerjakan oleh BSMI. Terbukti BSMI mampu menangani permasahan-permasalahan kemanusiaan seperti aktif dalam menerjunkan sejumlah relawan ke daerah bencana dan konflik.

Di dalam acara Pembukanan Munas BSMI diberikan apresiasi berupa pemberian piagam penghargaan kepada para mitra-mitra kerja BSMI dan relawan yang senantiasa bekerjasama pada setiap program pelayanan kepada masyarakat terutama dalam penanggulangan bencana di Wasior, Mentawai dan Merapi, tanggap darurat Gunung Lokon Sulut, Bantuan Beasiswa Palestina dan kesehatan ibu dan anak (KIA).

Sebelum acara Pembukaan Munas, diadakan Seminar Nasional dan Lokakarya yang mengangkat tema ”7 Tahun Pasca Penetapan UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), Kapan Rakyat Indonesia Akan Benar-benar Mendapatkan Penjaminan Sosial di Gedung Asri Medical Center (AMC) Yogyakarta. Pada seminar tersebut seluruh peserta seminar mendapatkan gambaran dan tindak lanjut implementasi UU SJSN kedepan sehingga rakyat Indonesia akan benar-benar mendapatkan penjaminan sosial untuk kehidupan yang layak.

Sementara itu, ”Operasi Katarak dan Khitanan Massal Gratis Bagi Warga Tidak Mampu” turut menyemarakkan rangakaian Munas BSMI. Pelayanan Kesehatan ini digelar sebagai bentuk wujud kepedulian BSMI terhadapap tingkat kesehatan masyarakat yang terutama kepada warga yang sulit mendapatkan akses kesehatan yang memadai.

Sebanyak 88 pasien penderita katarak yang tanpa dipungut biaya ini dioperasi di dua tempat yakni di RS Akademik UGM, Sleman dan di Kantor Balai Pengobatan PPKR BSMI, Klaten. Operasi katarak yang membutuhkan biaya Rp 4 juta per operasi ini ditangani langsung oleh tim dokter spesialis mata dari Perdami. BSMI juga mengkhitan massal 19 anak di Sleman dan memberikan bingkisan untuk menghibur mereka usai dikhitan.

Setelah Munas usai didakan, Ahad (24/7) BSMI akan menggelar sepeda ria di kota Yogyakarta dan meresmikan Rumah Sehat di Desa Glahagarjo, Sleman serta pelayanan medis umum dan spesialis/USG untuk warga Gunung Merapi yang waktu itu terkena erupsi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *