BSMI

Kamp Pengungsi Rohingya Memprihatinkan

SESAK. Anak-anak Rohingya berada di Tenda Pengungsi yang ukurannya tidak lebih dari 2×3 m untuk 1 keluarga. (Foto: Rud)

BSMI.OR.ID – (Myanmar). Sitemaji (5/11) 2012, Tim Kemanusiaan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI)  masuk ke salah satu Kamp Muslim Rohingya di Sitemaji yang ada di pinggiran Sittwe Negara Bagian Rakhine. Kondisi kamp sangat mengenaskan sekali dengan tenda – tenda yang sederhana (tenda segitiga bekas, sumbangan UNHCR). Tidak ada MCK, sehingga pengungsi  buang air kecil dan besar di area terbuka. Bau tidak sedap tercium ditambah lagi kondisi iklim yang sudah memasuki musim panas, debu bercampur kotoran terhirup pengungsi yang dikhawatirkan menimbulkan beberapa penyakit menular. Kamp pengungsi ada di lingkungan perkampungan muslim yang juga terisolasi. Pengungsi dan penduduk perkampungan muslim itu tidak diperbolehkan ke kota. Mereka berkutat di sekitar kamp. Salah satu pengungsi menuturkan bahwa mereka praktis tidak dapat berbuat apa-apa di sana. Tidak ada lapangan pekerjaan. Anak-anak tidak dapat mengenyam pendidikan.

Pengungsi kebanyakan tampak kurus dan pucat karena mereka makan seadanya. Bahan pangan kurang karena bantuan logistik sangat minim. Lebih mengenaskan lagi karena mereka tidak mendapat pelayanan kesehatan. Beberapa pengungsi yang sakit harus menunggu kesembuhan alamiah atau pemburukan kondisi tanpa pelayanan kesehatan. Menurut informasi dari salah satu person kontak kami di Sittwe, Pemerintah negara bagian Rakhine menolak bantuan tim kesehatan dari luar negeri. BSMI akan menjajagi kemungkinan dukungan dari Pemerintah Pusat Myanmar.

Dalam kesempatan itu BSMI memberikan suplemen multi-vitamin kepada anak-anak di kamp pengungsian mengingat mereka sangat rawan alami gangguan kesehatan serta pertumbuhan dan perkembangan akibat kekurangan nutrisi. Suplementasi juga diberikan kepada kelompok risiko lain, yaitu kelompok lanjut usia. BSMI juga menyalurkan bantuan logistik berupa beras kepada pengungsi yang baru datang dari Kyaut Phyu sebanyak 3000 orang pengungsi dan masuk kamp Thel Chaung menyusul gelombang kedua kekerasan terhadap muslim yang terjadi pada 21-25 oktober yang lalu. (Rud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *