BSMI

Ilham, Penderita Gullian Barre Syndrom, Memerlukan Bantuan

Allah mengabulkan doaku saat kuketahui istriku hamil, dianugerahkan pada keluargaku anak yang cerdas, rajin dan sholeh. Namanya Ilham Maulana Prasetyo (8 tahun). Ilham rajin sholat berjamaah di masjid. Setiap maghrib dan shubuh selalu berjamaah. Kalau pagi Ilham tidak dibangunkan, dia malah ngambek dan menangis. Di sekolah Ilham selalu rangking 1, bahkan dia mewakili sekolah lomba ditingkat kecamatan.

Namun pada hari selasa tanggal 1 Februari 2011 keluargaku yang beralamat di Kosambi Timur Rt.01/06 Kosambi – Tangerang mendapat ujian. Jam 06.00 Ilham masih tidur. Setelah aku tanya, Ilham bilang dia tidak bisa masuk sekolah karena badannya lemas. Berikut ini selengkapnya kronologis asal muasal anak kami terserang penyakit.

Pada hari selasa tanggal 1 Februari 2011 pukul 05.30 WIB biasanya Ilham (anak kami) sudah mandi untuk bersiap pergi ke sekolah tapi dia masih tergolek lemas di tempat tidur. Setelah saya tanya, katanya badannya lemas, tidak bisa gerakkan tangan dan kaki. Memang benar saya periksa dia sama sekali tidak dapat mengangkat tangan dan kaki. Saya bertahan sampai sore hari menunggu dokter umum buka praktek pukul 17.00 WIB. Kemudian saya periksakan dan diberi obat untuk antibiotik dan obat untuk saraf.

Setelah dua hari tidak ada perubahan bahkan makin melemah langsung saya bawa ke RSU Tangerang. Menurut diagnosa dokter anak saya divonis terjangkit Gullian Barre Syndrom (GBS) yaitu sindrom yang menyerang pusat saraf sehingga melumpuhkan semua saraf motorik.

Selama 5 (lima) hari di RSU Tangerang kondisi anak saya makin lemah, nafasnya sudah datar bahkan kelumpuhan sudah menjalar ke otot dada sehingga susah untuk bernapas. Pihak rumah sakit menyarankan saya untuk perawatan anak saya harus masuk ICU. Aku sudah putus asa karena biaya perawatan dan obat-obatan bisa mencapai ratusan juta.

Mengingat dan mempertimbangkan biaya perawatan di ICU dan obat-obatan untuk sakit yang diderita anak saya bisa mencapai ratusan juta tersebut maka saya hanya bisa pasrah karena hal tersebut diluar kemampuan saya, karena saya sendiri saat ini sudah dirumahkan (PHK) oleh perusahaan karena perusahaan kolaps dan akhirnya pailit. Hanya berbekal kepercayaan Kepada Allah Yang Maha Kuasa aku berikhtiar sekuat tenaga.

Atas saran teman saya, perawatan ilham harus dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) karena hanya di RSCM penanganan GBS bisa maksimal mengingat di RSCM sarana dan prasana (peralatan kesehatan) ICU sudah memenuhi standar dan didukung oleh paramedis dan dokter ahli saraf yang berpengalaman.

Sampai RSCM sebelum masuk ICU aku sempat minta pulang paksa karena total biaya jauh diluar kemampuanku. Setelah administrasi IGD aku bayar, aku mau pulang ditahan oleh Direksi RSCM. Atas bantuan direksi RSCM anak saya bisa dirawat di ICU RSCM. Untuk obat Gamaraas yang harganya 60juta ditanggung oleh Direksi dan biaya perawatan ICU selama 5 (hari) juga ditanggung Direksi.

Setelah selama 6 (enam) hari Ilham hilang kesadaran, lambat laun ilham sudah sedikit ada respon dari pandangan matanya. Hari ini adalah hari ke-10 (masuk rumah sakit tgl 8 Februari 2011) anak saya dirawat di RSCM diruang ICU dengan alat bantu nafas Ventilator.

Mengingat perawatan anak saya yang masih membutuhkan waktu yang agak lama dan biaya yang tidak sedikit, maka dengan segala kerendahan hati saya sangat berharap bantuan dari para Donatur / Dermawan, karena saya sendiri sekarang ini sudah tidak bekerja lagi. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih dan Penyayang.

Note: Sebagaimana dituturkan Hari Widodo (Ayah dari Ilham) No Hp 081334735007

Bantuan juga dapat disalurkan ke Klinik Gakin BSMI Jl. Dewi Sartika No.19 Cililitan Jakarta Timur 13640 Telp/Fax: (021) 808888560

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *