BSMI

GEMPA 7,8 SR GUNCANG NEPAL

gempa-nepal_20150426_152312   (Nepal – BSMI.OR.ID) Gempa berkekuatan 7,8 skala Richter (SR) memporak-poranda Ibukota Kahmandu, Nepal, Sabtu, (25/4) yang sedikitnya lebih dari 8.000 orang tewas di empat negara. Ribuan korban terperangkap di bawah puing-puing bangunan atau juga material longsor di Gunung Everest. Badan Survei Geologi AS (USGS) menyebutkan gempa berkekuatan 7,8 SR dengan pusat gempa di Lamjung, sekitar 80 km baratlaut Kathamndu dengan kedalaman dangkal, hanya 11 km bawah bumi pada pukul 11.58 am waktu setempat. Gempa terburuk di negeri miskin Asia Selatan itu dalam 80 tahun terakhir juga merubuhkan ribuan rumah atau bangunan, menghancurkan kuil berusia beberapa abad dan memicu longsor di Gunung Everest. Sehari setelah gempa terjadi, jumlah korban tewas sementara sebanyak 876 orang di Nepal, 35 orang di India, 12 di Tibet, dua di Bangladesh, serta dua warga Cina di perbatasan Nepal-Cina. “Jumlah korban tewas diperkirakan akan terus bertambah, seiring masih banyak korban yang terperangkap di bawah puing-puing bangunan atau juga hilang tertimbun longsor,” ujar Komal Singh Bam, Wakil Inspektur Jenderal Polisi Nepal saat itu. Dia menyatakan, sebagian besar korban tewas di Kahtmandu, sekitar 500 orang lebih dan 1.700 orang terluka. Bam menyatakan sejumlah polisi yang naik ke Gunung Everest menemukan 18 mayat pendaki dan sejumlah tenda pendaki roboh diterjang longsor. Jubir Menteri Pariwisata Nepal menyatakan sekitar 1.000 pendaki, 400 di antaranya warga asing berada di Gunung Everest yang memiliki ketinggian 8.850 meter. Seorang pendaki asal Rumania, Alex Gavan mengirim pesan melalui jejaringan sosial bahwa terjadi longsor besar di Everest dan sangat banyak orang yang masih terperangkap di bawah longsor. Pendaki lainnya, Daniel Mazur menyatakan kamp mereka telah hancur dan timnya terjebak. “Doakan kami selamat,” tulisnya di jejaring sosial. Mohan Krishna Sapkota, bersama sekretaris di Kementerian Pariwisata Nepal, mengatakan pemerintah sedang berjuang menilai kerusakan Everest karena cakupan ponsel rendah. “Pencari tersebar di seluruh base camp dan bahkan beberapa orang berjalan kaki lebih jauh,” kata Sapkota. “Hal ini hampir mustahil untuk berhubungan dengan siapa pun,” katanya. Kakek Selamat Dari Reruntuhan Cerita selamatnya seorang kakek ini bagaikan keajaiban dari negeri dongeng. Funchu Tamang, kakek berusia 101 tahun selamat setelah tertimbun reruntuhan gempa Nepal yang dashyat dan meluluh lantahkan negeri Himalaya, Sabtu lalu (26/05/2015). AFP melaporkan, kakek ini ditarik keluar dari reruntuhan rumahnya yang roboh di distrik Nuwakot, sekitar 80 km dari ibu kota Kathmandu. Luar biasanya, kakek ini hanya menderita cedera di pergelangan kaki kiri dan tangan. Funchu saat ini dirawat di rumah sakit distrik setelah diterbangkan dengan helikopter dari rumahnya. Saat ini, dia dilaporkan berada dalam kondisi stabil. Seminggu pascagempa, pemerintah Nepal memutuskan untuk menghentikan pencarian korban yang mungkin selamat di reruntuhan bangunan di Kathmandu. Tim penyelamat yang terdiri dari lebih 20 negara sejauh ini telah menggunakan anjing pelacak untuk mencari korban yang selamat. [] Sumber Berita: Dari berbagai sumber Editor: Dian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *