BSMI

BSMI Sambut Hari Talasemia Sedunia Lewat Talkshow

(Medan – BSMI.OR.ID) Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Medan melanjutkan kembali rangkaian acara pameran foto “Gaza Perkasa” dengan menggelar Talkshow “2 Jam Menyelami Samudera Talasemia” di Cambridge City Square Medan, Senin (9/10). Acara ini diselenggarakan dalam upaya menyambut hari Talasemia Sedunia yang jatuh tepat pada hari 9 Mei sebagai wujud kepedulian BSMI kepada para penderita Talasemia khusunya yang ada di Medan.

Menurut ahli Talasemia, Prof.dr.Bidasari Lubis, Sp.A (K), Talasemia merupakan penyakit kelainan kromosom yang diturunkan lewat gen penderita Talasemia minor. Prof. Bida menambahkan, persentasi terjadinya Talasemia semakin meningkat bila penderita Talasemia minor menikah dengan Talasemia minor juga, yakni kemungkinan sebesar 25% akan menurun pada anaknya. Untuk itu diharapkan kepada seluruh masyarakat untuk melakukan konseling pra nikah bagi para remaja yang ingin menikah. “Hal ini penting mengingat bahwa para penderita Talasemia yang umumnya anak-anak, akan mengalami banyak gangguan dalam tubuhnya seperti gangguan tumbuh kembang anak. Pengobatan yang diberikan bagi para penderita Talasemia sampai saat ini adalah transfusi darah yang memakan biaya tidak sedikit, yakni sekitar 100 juta rupiah per bulan,” kata Prof Bida kepada para peserta talkshow.
Panitia turut mengundang pengurus FSG (Family Support Group), yakni Ibu Atika Rahmi AW, S.Psi yang mengurusi tentang anak-anak penderita Talasemia di Medan. Menurut Ibu Tika, pendampingan terhadap penderita Talasemia di awal cukup sulit, namun lama-kalamaan mereka mengakui bahwa anak penderita Talasemia lebih pintar dalam pengaturan jadwal transfusi per bulan. Dan setiap orangtua penderita diajarkan untuk memberikan suntikan obat untuk anak mereka. Sebagai tambahan, untuk tetap memberikan semangat kepada anak-anak, FSG berusaha melakukan pendekatan psikologis agar anak-anak tersebut tidak memikirkan tentang penyakit mereka. “Sebagai orangtua, saya sangat merasa terbantu dengan adanya FSG yang selalu memberikan motivasi serta membantu dalam usaha pengobatan anak kami,” ujar Ibu Suwarty yang diundang oleh BSMI sebagai perwakilan orangtua penderita Talasemia.

Tidak hanya anak mereka yang mungkin merasa ketakutan dengan penyakitnya, namun para orangtua juga selalu khawatir dengan kondisi anaknya yang dapat berubah, akan sangat terbantu dengan adanya organisasi seperti ini. “Harapan saya penderita Talasemia di Kota Medan yang berjumlah 103 orang, mungkin akan berkurang bila lebih banyak lagi partisipasi dari masyarakat luas dan pemerintah untuk pencegahan penyakit tersebut,” ungkap Suwarty. (BSMI Medan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *