BSMI

BSMI Provinsi Bali Berikan Pelayanan Kesehatan Bagi Pemulung dan Salurkan Donasi Korban Asap Riau

 

(Bali – BSMI.OR.ID) Dalam rangka menyambut Hari Pahlawan, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Provinsi Bali mengadakan acara bakti sosial dengan tema “Bakti untuk Negeri”. Acara tersebut dilaksanakan di 2 tempat yakni di Bali dan Riau. Bakti sosial yang pertama di adakan di Taman Baruna Jimbaran, acaranya di adakan di pemukiman warga Taman Baruna, Minggu (8/11). Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain Layanan Kesehatan Umum seperti, cek gula darah, asam urat dan akupuntur. Pemeriksaan kesehatan itu dilaksanakan pada sore hari karena mayoritas warga di sekitar Taman Baruna bekerja sebagai pedagang keliling, pemulung dan buruh.

Menurut Ketua BSMI Provinsi Bali Bambang Widjanarko, kegiatan tersebut diikuti oleh kurang lebih 78 warga yang memeriksakan kesehatannya yang berada di sekitaran pemukiman warga Taman Baruna.  “Setelah memeriksakan kesehatannya, para warga mendapat roti dan air mineral dari BSMI. Spontan aksi sosial ini di sambut baik oleh warga terbukti dari banyaknya warga setempat yang mengikuti acara ini dan memeriksakan kesehatannya,” ujar Bambang.

Selain mengadakan acara di Jimbaran Bali, BSMI Provinsi Bali juga memberikan sumbangan untuk BSMI yang berada di Provinsi Riau, sumbangan ini berasal dari TK dan SD Al Azhar Syifa Budi Denpasar, SD Alam Jamur Denpasar, SMP dan SMA Albanna Denpasar, Alumni SMP 1 Balikpapan dan Donatur Perorangan. Hasil suumbangan dari para donatur langsung disalurkan oleh tim kemanusiaan BSMI Provinsi Bali ke Riau, tepatnya di- desa Teluk Merempan Kecamatan Mempura Kabupaten Siak Provinsi Riau. Bagi para korban dari dampak kabut asap akibat kebakaran hutan yang berada di Riau, mereka mendapatkan pemeriksaan kesehatan umum, pelayanan nebulizer, pelayanan oksigen, dan pembagian masker melalui BSMI Riau.

Bulan Sabit Merah Indonesia merupakan lembaga kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kesehatan dan sosial untuk membantu permasalahan kemanusiaan baik di dalam negeri maupun mancanegara. Setiap program dan kegiatannya, para relawan yang tersebar di 130 kota/kabupaten di Indonesia tidak membedakan suku, agama, ras, dan atau golongan.[]

 

Editor: Lisa Aprilia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *