BSMI

BSMI Gelar Seminar Nasional Bencana

Salah satu pembicara dari Disdamkar PB prov Dki

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) menyelenggarakan kegiatan seminar dengan tema “Efektivitas Peran Pemerintah RI dalam Penanganan Bencana”. Kegiatan yang digelar Fakultas Kedokteran dan Ilmu Keperawatan (FKIK) Universitas Islam Negeri, Ciputat, Banten, Sabtu (27/9) lalu dihadiri ratusan mahasiswa kampus ini. Kegiatan ini sebagai bagian dari kegiatan relawan BSMI yang saat ini masih dalam mengikuti pelatihan Diklatsar 2014. Seminar ini juga hasil kerja sama antara BSMI dengan UIN Syarif Medical Rescue (USMR) FKIK UIN dan beberapa organisasi terkait. Seminar ini dihadiri ratusan peserta dari kalangam mahasiswa se-Jabotabek dan sejumlah undangan dari mitra BSMI. Sedangkan pembicara seminar antara lain Ian Kusmadiana, MPs.Sp, kasubdit Tanggap Darurat Kemensos; Yana Irawati, kasubag Keuangan Kemenkes; Muhamad Riyadi, kepala Bagian Gempa bumi dan Tsunami BMKG), dan Kamsudin, kepala Bidang Disdamkar DKI Jakarta. Selain seminar, BSMI juga mengadakan pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dalam penanganan korban bencana maupun kecelakaan lalu lintas. Pelatihan yang dipandu oleh relawan senior yang berkompeten dalam penanganan medis baik di rumah sakit maupun di daerah bencana. Dalam acara sambutan, Ketua Umum BSMI Muhamad Djazuli Ambari, memberikan apresiasi kepada relawan yang tergabung dalam Diklatsar 2014 yang telah menyelenggarakan kegiatan edukatif dan preventif melalui kegiatan seminar nasional penanggulangan bencana. Djazuli menambahkan penanggulangan bencana tidak hanya bersifat reaktif, baru melakukan setelah terjadi  bencana. Tetapi penanggulangan bencana juga bisa bersifat antisipatif, melakukan  pengkajian dan tindakan pencegahan untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya bencana. “Tema ini memang sengaja diangkat dalam rangka untuk mendapatkan sinergi dari kementerian/lembaga terkait dengan penanggulangan bencana yang sering terjadi di Indonesia yang dikenal dengan jalur wilayah ring of fire,” ujarnya dalam siaran persnya kepada ROL, Ahad (28/9). Kasubdit Tanggap Darurat Ian Kusumadiana, menjelaskan bahwa Kememsos selalu memberikan pendampingan posko kedaruratan bencana yang terjadi di daerah Indonesia dan memberikan dukungan yang diperlukan terhadap daerah yang terkena bencana. Menurutnya, Kememsos melalui Subdit Tanggap Darurat selalu mengharapkan ingin mendapatkan dukungan dari kementerian/lembaga untuk turut aktif dan bersinergi dalam penanggulangan bencana, seperti dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Dalam Negeri. Sinergi dengan lembaga non pemerintah juga terus dipertahankan untuk bahu membahu mengatasi permasalahan-permasalahan di daerah bencana. Yana Irawati, narasumber dari Kemenkes mengatakan, seminar ini diharapkan dapat memberikan gambaran bagi para peserta tentang pemanfaatan teknologi dan pengelolaan informasi dalam manajemen bencana melalui evidence based practice dan berbagai hasil penelitian. Hasil seminar, lanjut Yana, juga dapat menjadi salah satu referensi bagi arah dan strategi manajemen bencana secara nasional serta memberikan masukan-masukan kepada pemegang kebijakan nasional terkait temuan-temuan di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *