BSMI

BSMI Berikan PMT Untuk Anak Rohingya dan Bantuan Medis di Langsa

 

 

(Langsa – BSMI.OR.ID) Bulan Sabit Merah Indonesia melalui relawan asal Langsa, Aceh, kembali melakukan aksi sosialnya terhadap imigran Rohingya di Aceh melalui kegiatan pemberian makanan tambahan dan pelayanan kesehatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari di tiga  tempat yaitu di Pemukiman Pelabuhan Kuala Langsa dan di desa Lhok Banie, Langsa Barat pada Senin (19/10) dan di desa  Bireun Bayen, Aceh Timur pada Selasa (20/10).

Makanan tambahan yang diberikan di Langsa berupa jagung sejumlah 400  buah untuk 40 anak dari Imigran Rohingya dan makanan tambahan berupa roti dan donat untuk 30 anak Rohingya di Bireun Bayen.

Selain memberikan tambahan makanan BSMI juga memberikan pelayanan kesehatan berupa pengobatan gratis, chek up kesehatan, dan pemberian vitamin bagi balita dengan  menerjunkan 7 tim medis diantaranya yakni dr. Ayu, dr. Indah, dan dr. Intan. Pelayanan kesehatan yang dilaksanakan di Bireun Bayen, Aceh timur dilakukakan dengan mendatangi rumah-rumah imigran Rohingya .

“Ini merupakan komitmen dari BSMI dan diharapkan pemerintah segera memberikan kepastian untuk penangan korban konflik yang menimpa masyarakat muslim Rohingya agar mereka dapat kembali menjalankan kehidupannya seperti semula.” Ujar Djazuli Ambari, Ketua Umum BSMI.

BSMI juga merencanakan untuk menyelenggarakan pelatihan keterampilan pembuatan pavin Block dan sumur cincin bagi kaum pria imigran Rohingya, mengingat kedepannya akan dibangun pemukiman imigran rohingya di kota langsa

Sementara itu, BSMI cabang Bengkalis, Riau yang diketuai oleh dr. Fidel Fuadi juga melakukan aksi sosialnya untuk imigran Rohingya di Aceh dengan menerjunkan tim medis dan memberikan bantuan sebesar 200 juta rupiah.

Bulan Sabit Merah Indonesia merupakan lembaga kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kesehatan dan sosial untuk membantu permasalahan kemanusiaan baik di dalam negeri maupun mancanegara. Setiap program dan kegiatannya, para relawan yang tersebar di 130 kota/kabupaten di Indonesia tidak membedakan suku, agama, ras, dan atau golongan. []

 

Editor: Ria Rahayu

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *