BSMI

BSMI Berikan Pelayanan Kesehatan Korban Banjir Bima

Bencana banjir bandang yang melanda Kota Bima menyebabkan terganggunya sendi-sendi kehidupan masyarakat disana yang meliputi infrastruktur, kesehatan, psikologis, pendidikan dan perekonomian. Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) sebagai NGO yang berkomitmen memberikan kontribusi terhadap bangsa terkait kebencanaan turut ambil bagian dalam pemulihan kehidupan pasca bencana disana. Tim BSMI diberangkatkan pada (28/12/2016) dari Jakarta dan tiba di Bima pada hari yang sama.Tim bergegas menuju kantor walikota sebagai titik koordinasi dengan BPBD setempat. Setelah melakukan brifing tim menuju mabes BSMI Bima di Jl. Soekarno-Hatta, Kampung Bara dan diterima oleh ketua BSMI Bima, dr. Muhammad Akbar. Pada malam harinya tim BSMI melakukan rapat koordinasi dalam rangka pembuatan program selama disana untuk melakukan aksi keesokan harinya.

BSMI memiliki sekurangnya 3 (tiga) program unggulan diantaranya kesehatan, general cleaning, trauma healing. Kegiatan program kesehatan meliputi posko kesehatan bekerjasama dengan TNI, mobile clinic dan promosi kesehatan. Kegiatan di posko kesehatan BSMI dipusatkan di lapangan Merdeka bekerjasama dengan TNI. BSMI menurunkan 2 orang perawat yaitu Ns. Aris Nur Ramdhani dan Ns. Rizka Febriyona berkolaborasi dengan nakes lain seperti dokter, apoteker baik itu dari BSMI daerah maupun dari TNI. Pelayanan kesehatan dibuka tiap hari selama tanggap bencana dari pukul 08.00-23.00, pelayanan yang diberikan yaitu memberikan pelayanan dasar, memberikan penanganan darurat pada kecelakaan atau cidera, dan  memberikan pelayanan rujukan ke tempat yang lebih lengkap. BSMI melakukan pelayanan di posko kesehatan dari tanggal 29 Desember 2016 sampai tanggal 4 Januari 2017. Jumlah kunjungan terbanyak ada di tanggal 29 Desember 2017 yang keseluruhan mencapai 597 pasien. Sedangkan hari yang lain rata-rata diatas 200 pasien dengan tren jumlah kunjungan yang semakin menurun. Mayoritas pasien yang berkunjung mengeluhkan masalah kulit seperti kutu air (60%), yang kedua masalah luka baik itu lecet, tergores, robek, maupun tertusuk akibat benda yang tersembuyi di lumpur saat membersihkan rumah.

Program kesehatan BSMI lainnya yaitu mobile clinic yang memberikan pelayanan pengobatan ke kampung-kampung warga yang belum tersentuh bantuan kesehatan. Mobile clinic disatukan dengan program trauma healing. Tercatat seperti daerah Sapaga, Penaraga, Dara, Salama, BTN Santi Griya Asri, Santi, Tolobali, Lewisape, Maria, Wawo Maria. Selama kegiatan mobile clinic rata-rata keluhan  masyarakat hampir sama dengan posko Kesehatan TNI yaitu masalah kulit, masalah lainnya yang terjadi seperti diare, demam, batuk dan pilek. Selain pengobatan masyarakat juga diberikan pendidikan kesehatan tentang cara menangani masalah kesehatan dengan bahan-bahan sederhana misalnya cara mengatasi anak yang pilek dengan penggunaan uap air panas dan kayu putih. Respon yang diberikan masyarakat sangat positif kepada BSMI karena mereka sangat membutuhkan bantuan kesehatan selama ini.

Program selanjutnya yaitu melakukan promosi kesehatan tentang pencegahan dan perawatan masalah kulit terutama kutu air ke pengungsian dan kampung warga. Kegiatan ini bekerja sama dengan komunitas pemuda setempat, Komunitas Lentera Muda (KLM), dilatarblakangi oleh banyaknya angka kejadian kutu air yang terjadi, maka BSMI berinisiatif melakukan program ini yang tujuannya adanya langkah pencegahan sehingga angka kejadian kutu air tidak bertambah. Promosi kesehatan dilakukan di posko kesehatan TNI, tempat pengungsian Masjid Sultan Muhammad Salahuddin Bima dan kampung Sumbawa. Respon warga sangat positif terlihat dari aktifnya warga yang bertanya dan berinteraksi dengan BSMI. Kegiatan berisi penjelasan tentang kutu air, penyebab, cara pencegahan dan cara perawatan diakhiri dengan tanya jawab, pemberian leaflet dan sabun untuk masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *