BSMI

BSMI Berikan Beasiswa Dokter Gaza

[Talkshow Beasiswa Palestina (dari ka-ki: Astri Ivo, Dr. Moin Al Shurafa, M. Djazuli Ambari, Dr, Basuki Supartono, SpOT, Ust. Zainul Kamal, Lc) Foto: Nin

(Jakarta – BSMI.OR.ID) Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) memberikan beasiswa kuliah kedokteran spesialis di Indonesia kepada sepuluh dokter asal Gaza, Palestina. Disebabkan Gaza tidak memiliki perguruan tinggi khusus pendidikan dokter dan spesialis, sehingga sebagian besar tenaga medis mengambil pendidikan di luar Palestina.
“BSMI memilih program beasiswa ini karena visibilitas dan reliabilitas ketercapaian yang sangat memungkinkan untuk membantu rakyat Palestina,” ujar Ketua Umum BSMI Muhammad Djazuli Ambari, Kamis (10/3) saat Talkshow BSMI “Program Beasiswa Palestina” di panggung utama Islamic Book Fair (IBF) ke-10, Istora Senayan, Jakarta. Hadir sebagai pembicara adalah dokter Palestina Dr. Moin ZR Al Shurafa, Dr. Basuki Supartono, SpOT, FICS, MARS (relawan kemanusiaan Gaza Palestina), Muhamad Djazuli Ambari, SKM (Ketua Umum BSMI), M.Si dan Ust. DR. H. Khoiron  M Arief  MA. (Sejarawan Timur Tengah). Sedangkan dalam talkshow BSMI tersebut dimoderatori oleh duta kemanusiaan BSMI dan artis Astri Ivo.

Mereka yang mendapatkan beasiswa tersebut diantaranya  adalah dr. Ameen Atia Al Nawajna dari RS Al Najar Gaza dan dr. Moin ZR Al Shurafa dari RS Shifa Gaza. Rencananya, setelah lulus kuliah adaptasi yang berlangsung hingga enam bulan ke depan, Ameen duduk di bangku kuliah spesialis bedah syaraf di Universitas Indonesia dan Moin studi spesialis anestesi di Universitas Gadjah Mada.

Sekitar tiga ratus pengunjung antusias mengikuti acara tersebut dan banyak yang bertanya-tanya seputar Palestina kepada nara sumber. Bahkan ada salah satu dari peserta sambil menangis  tersedu-sedu menanyakan kondisi terakhir nasib rakyat Palestina. Selain itu ada yang bertanya kepada Dr. Moin, dengan pertanyaan lebih memilih jihad atau kuliah. Dengan lugas dokter  Palestina itu menjawab. “Bagi saya pribadi lebih baik tetap tinggal di Gaza dan berjihad sampai syahid, tetapi bangsa saya lebih membutuhkan ilmu dan dokter ahli sehingga saya datang ke sini” (dian-joy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *